Meski Gagal Dibawa ke ILO, Spartan Tak Gentar Himpun Kekuatan dan Dorong DPR Demi Buruh Tambang
Juanfortis Silalahi (Foto: Ain/ Seruu.Com)

Jakarta, Seruu.com - Beberapa delegasi Indonesia yang diberangkatkan ke ILO di Genewa adalah Menakertrans Muhaimin Iskandar Bserta Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan (PPK) Muji Handaya, lalu delegasinya antara lain Sri Martono dari APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia) dan Said Iqbal dari KSPI.

Namun sayangnya mereka batal membawa PHK massal yang sudah di audience-kan Spartan hingga Komisi IX DPR RI, dan menurut pengkuan Central Informasi Spartan, Juanfortis Silalahi justru mereka hadir disana untuk menyelamatkan agenda pemerintahan SBY yang salah satunya implikasi dari Permen ESDM no 7 th 2012 yang dianggap merugikan pengusaha mineral nasional, juga menimbulkan PHK massal yang mengancam 4 juta buruh tambang.

Namun Spartan mengaku tak gentar meski kecil harapan keluhan para buruh ini akan dibawa ke konferensi internasional, Juan menegaskan ada beberapa jalur yang akan mereka tempuh untuk membela kaum buruh yang menjadi korban di PHK maupun dinonaktifkan.

"Beberapa jalur yang akan ditempuh, pertama, kita akan terus dorong DPR untuk memperhitungkan dampaknya serta meminta pemerintah meninjau ulang permen ini. Kedua, kita tetap mendorong konsolidasi ditingkat pengusaha, kontraktor dan pekerja agar bersatu sehingga menjadi kekuatan besar sebagai penekan pemerintah", jelasnya kepada Seruu.com Selasa (19/6/2012) Siang.

Juan juga meminta masalah PHK ini seharusnya dipikirkan oleh para pengusaha dan pekerja, karena jika mereka paham dampaknya besar pasti mereka akan berjuang mati-matian.

"Aku pikir ini adalah bukan soal bayar pesangon atau nggak, tapi lebih kepada fungsi negara dalam memproteksi rakyatnya. Seharusnya kan pemerintah sebelum membuat kebijakan berpikir dulu. Jadi ketika terjadi hal seperti ini, pemerintah harus tanggung jawab", tambahnya.

Perwakilan Spartan ini juga merasa kecewa karena melesetnya goal mereka yaitu disuarakannya keluhan Spartan di sidang ILO bulan ini. Menurut hematnya ketika itu tidak disuarakan oleh para delegasi maka mereka melihat bahwa Pemerintah Indonesia tidak mampu mengakomodasi tuntutan dari para pekerja tambang yg di PHK massal akibat kebijakan Permen itu.

"Iyaa..Nggak goal karena kita udah tau juga hal itu Nggak akan disuarakan disidang ILO.Tapi minimal kita mau membentuk opini bahwa kita sudah mencoba menempuh seluruh jalur termasuk bertemu perwakilan ILO di Jakarta", tandasnya. [Ain]

KOMENTAR SERUU