Pertamina Ajukan Kenaikan Harga Gas Industri 100% ke Pemerintah
Jarwo Sanyoto, VP Gas Resources and Subsidiary Management Pertamina (Foto: Nurul Aini/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Rencana kenaikan harga gas industri sebesar 55% yang ditetapkan berdasarkan PT.PGN nomor 0775500.S.PP.01/SBU1/2012 (revisi) ini sempat mebuat geger perusahaan industri sebagai konsumen utama gas. Namun hingga hari ini belum ada keputusan pasti dari pemerintah berapa persen kenaikan gas yang disetujui. Bahkan hasil pertemuan Menteri Perindustrian MS Hidayat dan Menteri ESDM Jero Wacik tanggal 19 kemarin juga meminta waktu 1 minggu hingga menghasilkan keputusan.

"Ini pertmuan yang menentukan policy masalah gas, ada wacana yang penting untuk kepastian kebutuhan gas untuk lifting, PLN, pupuk agar bisa direvisi sehingga mmbuat industri sama pentingnya, selain pertumbuhan industri yang 6, 9% PDB industri makin meningkat. Kesepakatan segera tercapai tapi menunggu penyempurnaan regulasinya yang seminggu lagi akan diumumkan sebagai keputusan pemerintah," jelas Hidayat saat dijumpai di KESDM (19/6/2012) kemarin tak hanya menimbulkan pengangguran, namun juga bisa membuat kolapse nya sebuah industri. Hal ini ditegaskan Franki Sibaroni Ketua GAPPMI.

Jarwo Sanyoto, VP Gas Resources and Subsidiary Management Pertamina mengatakan pihaknya sejak dari tahun 2010 awal telah melakukan penelitian. Maka kalau gas industri tidak naik akan sama-sama menimbulkan kerugian. Karena jumlah gas mudah menurun, maka sesuai yang ditetapkan BP Migas kenaikan ini harus jadi.

"PGN di Jatim sudah bisa terima, ada penambahan-penambahan invest yang harus dicover makanya naik gas ini. Bukan hanya ditekan-tekan saja, contoh di Jatim jauh lebih mahal dari Jabar," katanya saat diwawancarai seusai Konpers di Cikini (21/6/2012).

Namun ia mengaku belum tahu berapa persen akhirnya kenaikan gas ini namun yang pasti Pertamina mengajukan kenaikan 100%, kenaikan ini diharapkan mampu mentriger konsumen di Jabar agar menaikkan harga gas juga. Karena disana ada sekitar 40 perusahaan, seperti Krakatau Steel. Jelasnya kenaikan harga gas ini akan kurangi profit perusahaan, tetapi sebagian besar perusahaan mau menerima, dan sebagian masih hitung-hitungan.

"Saya nggak tahu kalau diujungnya berapa kenaikannya, kalau di Pertamina banyak kok. Lebih dari 100% kan itu juga jangka panjang, ya kalau disetujui pertamina segitu dulu kan harganya rendah bener gas itu dari dulu," tambahnya.

Jarwo menyampaikan usulan kenaikan 100% tersebut sudah ajukan ke PGN dan tinggal tunggu persetujuan pemerintah. Sedangkan untuk konsumen lain selain PGN harganya variasi, bisa antara U$5,5 sampai U$8per MMBTU.

"Itu yang direncanakan tapi tergantung pemerintah. Kalau di Jawa Timur sekarang sekitar U$5 hampir U$7 di produsen, sampai di konsumennya sih saya dengar sudah U$10 juga, kan tergantung beda-beda", tandasnya. [Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU