Gagalnya Renegosiasi Kontrak Karya Bukti SBY Menjual Negara Kepada Amerika
Poltak Sitanggang, ketua umum Asosiasi Pengusaha Mineral Indonesia (APEMINDO) (Foto: Ain/Seruu.com)
Saya akui memang disini yang dibutuhkan kemauan SBY untuk mengelola SDA (Sumber Daya Alam) sebenar-benarnya untuk kemauan rakyat, kalau kita bergantung apa yang dikatakan IMA kalau kontraknya bergantung kepada KK. Mereka kontraktor kita pemiliknya, mengapa kita harus bergantung kepada kontraktornya. Kalau memang mereka nggak mampu pergi saja mereka biar kita nasionalisasi. Apakah kita akan dikucilkan Internasional, nggak ada itu kita negara miskin, negara berkembang yang selama ini dibodoh-bodohin asing seperti Amerika Serikat (AS) - Poltak Sitanggang

Jakarta, Seruu.com - Tidak berjalannya renegosiasi KK hingga sekarang mendapat kecaman dari berbagai pihak mulai dari pengamat pertambangan seperti Marwan Batubara hingga asosiasi pengusaha mineral nasional. Marwan menganggap renegosiasi ini bentuk tunduknya pimpinan negara terhadap Amerika Serikat (AS).

"Tanggal 6,  Presiden SBY ( Susilo Bambang Yudhoyono) menanggapi statement BJ Habibie bahwa di Indonesia sudah terjadi VOC gaya baru. Lalu SBY bilang itu tidak terjadi malah sekarang kita tengah lakukan renegosiasi KK. Disini sebetulnya yang bermasalah pemerintah kita terutama yang kita minta ketegasan sikap Presiden karena itu tidak terbukti hingga kini," tegas Marwan saat ditemui Kamis (21/6/12) lalu.

Asosiasi Pengusaha Mineral Indonesia (APEMINDO) juga mengecam keras posisi SBY sebagai pimpinan negara yang seharusnya memahami sebagai mandataris pemimpin mandat rakyat.  UU Minerba pun telah menyatakan 1 tahun sejak diundangkan renegosiasi itu sudah selesai tapi ternyata keputusan itu baru muncul Januari 2012 dan artinya sangat tidak relevan dengan UU nya yang menyatakan tahun 2010 tapi ternyata Kepres tahun 2012.

"Saya akui memang disini yang dibutuhkan kemauan SBY untuk mengelola SDA (Sumber Daya Alam) sebenar-benarnya untuk kemauan rakyat, kalau kita bergantung apa yang dikatakan IMA kalau kontraknya bergantung kepada KK. Mereka kontraktor kita pemiliknya, mengapa kita harus bergantung kepada kontraktornya. Kalau memang mereka nggak mampu pergi saja mereka biar kita nasionalisasi. Apakah kita akan dikucilkan Internasional, nggak ada itu kita negara miskin, negara berkembang yang selama ini dibodoh-bodohin asing seperti Amerika Serikat (AS)," papar ketua APEMINDO Poltak Sitanggang kepada Seruu.com Jumat (22/6/201212) kemarin.

Poltak menambahkan disinilah peran SBY, apakah berani melawan karena jika  SBY tidak mau berbuat apa-apa untuk memakmurkan rakyat dan merebut KK berarti ia memang menjual ini kepada Amerika dan tidak ada kemauan untuk merebutnya.

"Sekarang sudah jelas Freeport itu Amerika, kalau Amerika perduli dengan pembangunan di negara yang sedang berkembang atau negara miskin seperti Indonesia yang mereka masukkan kita sebagai negara gagal, mereka harusnya setelah 30 tahun mengeduk kekayaan kita seharusnya mereka sudah memberikan itu kepada rakyat Indonesia untuk.kemakmuran rakyat Indonesia. Tapi kalau Amerika masih bertentangan dengan itu, mereka tidak benar karena mereka merampok kemakmuran negara lain untuk kemakmuran negara mereka. Negara perampok itu namanya, nggak ada yang perlu kita takutin dari itu," tutup Poltak.[Ain]
 

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU