Pembangunan Kilang Baru Pertamina Bersama Arab dan Kuwait Ada Indikasi Permainan Mafia Minyak
Kilang Minyak pertamina

Jakarta, Seruu.com - PT Pertamina (Persero) berencana membangun kilang diatas tanah milik sendiri bersama Kuwait Petrolium Corporation dan Saudi Aramco Asia, seperti yang disampaikan VP President Coporate and Communication Pertamina Moch Harun dalam siaran persnya (19/6/2012) kemarin.

"Kami ingin menyampaikan pesan yang jelas kepada masyarakat dan juga para spekulan bahwa Pertamina tidak ada rencana melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan kilang. Kami akan melaksanakan proyek pembangunan kilang di atas lahan yang saat ini pengelolaannya dilakukan oleh Pertamina sendiri", tegas Harun dalam siaran persnya.

Namun seakan kontradiktif beberapa pihak meragukan rencana Pertamina ini, seperti yang disampaikan pengamat pertambangan Marwan Batubara, pembangunan kilang ini menurutnya akan susah karena memang ada yang menghalangi secara sengaja yaitu mafia minyak. Wacana membangun kilang sendiri dikhawatirkan tidak terealisasi namun cara menggagalkannya dengan mengulur-ulur waktu.

"Kenapa juga tiba-tiba mereka bilang yakin 2018 akan sudah terbangun? Saya ragu itu ada mafia dari luar dan dalam negeri karena singapura sendiri punya kepentingan. Lalu yang punya kilang sendiri seperti Shell juga punya kepentingan, tinggal kita sekarang punya kehormatan nggak. Ada yang bersuara ini untuk mengulur-ulur waktu. Yang lebih penting kita mau transparansi konsisten bahwa memang tidak punya duit lalu kerjasama, saya yakin bisa dipengaruhi Kuwait dan Arab untuk kita realistis-lah", ungkap Marwan saat dihubungi Seruu.com (23/6/12).

Marwan menegaskan ditakutkan ada  permintaan yang berlebihan kepada departemen keuangan supaya ada indikasi penolakan, sehingga gagal yang berujung pemerintah tiba-tiba di tengah jalan bilang pemerintah gagal dan akhirnya tidak jadi lagi.

"Keuntungan dengan mengulur waktu pemerintah nggak dapat apa-apa justru mafia yang dapat", tandasnya. [Ain]

KOMENTAR SERUU