BUMN Laksanakan Pelatihan Interpretasi Kriteria Kinerja Unggul

Jakarta, Seruu.com -     Untuk mengembangkan sistem penilaian kinerja dengan standar internasional, Kementerian BUMN melaksanakan pelatihan interpretasi Kriteria Kinerja Unggul BUMN. Pelatihan tersebut dilakukan dalam 2 angkatan. Angkatan pertama sudah dimulai tanggal 25 Juni lalu dan akan berakhir 27 Juni 2012. Sedang angkatan kedua akan dilakukan tanggal 28 s/d 30 Juni 2012.

Pelatihan yang dilaksanakan di Telkom Learning Center Bandung tersebut diikuti para pimpinan BUMN yang memiliki fungsi pengelola/pengendali kinerja korporat dari 140 BUMN. Secara teknis, pelaksanaan pelatihan ini bekerja sama dengan Forum Ekselen BUMN.
           
Wahyu Hidayat, Sekretaris Kementerian BUMN, dalam sambutan tertulisnya pada pembukaan pelatihan tersebut menyatakan bahwa BUMN memiliki potensi untuk berkembang menjadi entitas bisnis yang besar dan kuat. Hampir di semua lini bisnis dan sektor usaha yang ada di Indonesia, terdapat BUMN. Bahkan di beberapa sektor usaha, BUMN adalah penguasa pasar (market leader) sehingga memiliki peran yang sangat signifikan, baik bagi stabilitas sektor bisnis maupun ekonomi secara umum.
           
"Ini adalah salah satu strategi untuk menjalankan visi dan mencapai sasaran strategis Kementerian BUMN yaitu meningkatkan implementasi GCG dan sistem manajemen kinerja di BUMN. Strategi tersebut antara lain diimplementasikan melalui program pengembangan dan penerapan sistem manajemen kinerja BUMN mulai tahun 2012, yang diawali dengan penetapan Kriteria Penilaian Kinerja Unggul BUMN (KPKU BUMN) dan Penilaian Kinerja BUMN berbasis KPKU BUMN", tuturnya.

Sebagaimana diketahui, terdapat 10 perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar 2.000 perusahaan yang paling menguntungkan di seluruh dunia versi majalah Forbes. Enam diantaranya adalalah BUMN. Keenam perusahaan tersebut, adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BRI) urutan 479, PT Bank Mandiri Tbk. urutan 488, PT Telkom Indonesia Tbk. urutan ke 726, PT Bank Negara Indonesia Tbk. urutan 969, PT Perusaaan Gas Negara Tbk. urutan 1.351, dan PT Semen Gresik Tbk. urutan 1.674. Ke depan, diharapkan akan lebih banyak lagi BUMN Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut.
   
Dengan total aset BUMN tercatat melebihi Rp 2.500 triliun, BUMN diharapkan mampu berperan maksimal dalam memicu pertumbuhan sektor riil dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan (sustainability growth). Namun kenyataannya, belum seluruh aset tersebut dimanfaatkan secara optimal guna menghasilkan pendapatan bagi perusahaan. Wahyu Hidayat meyakini, jika aset BUMN yang besar itu dapat dioptimalkan melalui penataan kesisteman dan kapabilitas setiap BUMN, maka hal itu akan mendongkrak daya saing BUMN yang pada gilirannya dapat mendongkrak daya saing Indonesia.[Ain]

KOMENTAR SERUU