Indonesia Harapkan 10% dari 3 Kilang di Irak
Ilustrasi Kilang Minyak (Istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Keoptimisan Indonesia untuk terlibat secara aktif terhadap pemulihan ekonomi Irak dibuktikan dengan mendorong BUMN dan swasta dalam pembangunan infrastruktur bagi pemulihan ekonomi negara penghasil minyak terbesar no 4 di dunia ini. Penandatangan MoU antar dua negara ini menjadi bukti keseriusan kerjasama riil dalam bidang ekonomi.

"Seperti kita ketahui, Irak dengan melakukan rekonstruksi besar-besaran untuk memulihkan perekonomian dan infrastruktur. Indonesia melihat Irak sebagai negara strategis, terutama dalam program pembangunan sektor yang signifikan dan penting di Irak. Untuk itu Indonesia siap bekerjasama dalam membangun kembali Irak,"ujar Jero Wacik saat ditemui Rabu (27/6/2012) di Jakarta.

Dirjen Migas, Evita Legowo menyampaikan akan ada 2 macam kerjasama antara Indonesia dan Irak mengenai impor srude oil ke Indonesia,  yang pertama mengimpor crude seperti biasa dimungkinkan dan yang kedua Pertamina masuk sebagai investor.

"Dari sisi kita, kita kan impor crude sekitar 300.000 barel, itu potensi dari dia, kalau kita punya kilang kan kita bisa hasilnya 300.000 dan kita butuhnya itu smpai 2017 dengan 3 kilang. Jadi kalau kita minta 3x 300 pun mereka juga bisa. Rencananya segitu tapi nggak hanya kilang tapi juga petrokimia kita minta crudenya saja," kata Evita.

Tak sekedar di perminyakan kerjasama Indonesia dan Irak, sekarang ini Irak juga berencana mengimpor beras, kopi, minyak goreng dari Indonesia, selain itu juga ingin Indonesia investasi di Irak.

"Seperti yang saya tahu kemarin ingin kerjasama mencontoh pabrik beton untuk disana. Pokiknya investasi sendiri dan kilang sendiri, beda-beda. Dan paling cepat importnya semester pertama tahun depan," tandasnya.[Ain]

KOMENTAR SERUU