Dirut PLN: Diperlukan Pembangkit Listrik Fast Respons Untuk Smelter Feronikel
Dirut PLN Nur Pamudji

Jakarta, Seruu.com - Sejak terbitnya peraturan mengenai larangan ekspor ore atau raw material mineral tanpa melalui pemurnian atau smelterisasi pada tahun 2014 untuk menambah add value serta penerapan hilirisasi untuk industri pertambangan nasional terhitung sudah 167 perusahaan tambang nasional yang mendaftar untuk membangun smelter.

Telah banyak pengusaha tambang yang menanyakan pada PLN untuk pasokan listrik smelter,  dan yang paling banyak meminta adalah penambang feronikel di Sulawesi Tengah, Halmahera,  bahkan Raja Ampat. Seperti disampaikan Dirut PLN Nur Pamudji ketika diskusi di Kadin Indonesia, Kamis (28/6/2012).

"Ini berarti demand untuk smelting feronikel akan besar, typical sizenya 150 MW dan pembangkit listriknya diperlukan listrik yang fast response sehingga kita tidak bisa pakai PLTU tapi kombinasi antara PLTU dan diesel", ucap Nur Pamudji saat diskusi.

Menurut pamudji bila sumber  feronikel berada di bagian Indonesia timur seperti Halmahera dan penambang meminta membangun smelter di sana pula maka PLN harus membangun pembangkit listrik dengan ukuran sesuai yang dibutuhkan dan harus dikombinasikan dengan PLTU kecil semisal  30 MW dengan diesel, sedangkan untuk diesel pasti pakai BBM karena gas LNG belum jelas hingga kini. Dengan menggunakan BBM pasti high cost namun bila dengan smelterisasi bisa menambah add value hingga 105 kali tentunya ini bukan sebuah masalah bagi perusahaan tambang.  

Namun menurutnya dalam pembangunan smelter, poin terpenting adalah ketersediaan energi primer yang sangat baik, Pamudji juga menganjurkan agar listrik smelter ini kuat sebaiknya menggunakan mekanisme pasar dalam membeli energi primer listrik sehingga listrik yang didapat akan stabil dalam jangka panjang.

"Smelter harus didirikan dengan sistim kelistrikan yang sangat kuat, reliability artinya jarang mati . Jadi smelter ini dikoneksi ke tegangan tinggi sehingga gangguannya sangat jarang", katanya singkat. [Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU