Kadin Desak Pasokan Listrik 1500 MW Untuk 40 Perusahaan, PLN Nyatakan Hanya Siap Pasok Untuk Smelter di Wilayah jatim
Natsir Mansyur (Aini/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Kadin berencana ajukan 1500 MW untuk  40 perusahaan anggota Kadin yang akan membangun smelter kepada pihaknya. Namun saat ini proses pengajuan tersebut baru sampai proses pembentukan tim teknis antara PLN dan Kadin dalam menentukan detail  juga roadmap dari pengajuan 1500 MW listrik ini. Hal ini disampaikan  Natsir Mansyur, Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Kadin indonesia, Kamis (28/6/2012) di Menara Kadin, Jakarta.

" Saat ini permintaan untuk pendaftaran sudah mencapai 167 perusahaan tapi Indonesia membutuhkan 30-40 smelter dari bermacam mineral. Kita tidak akan bangun smelter yang jauh dari tempat tambang juga akan dibuat tim teknis bersama antara PLN dan Kadin. Kita harap PLN bisa menunjang pembangunan smelter dengan besar untuk memasok listriknya dan itu Business to Business", jelas Natsir.

Namun pendapat berbeda disampaikan Dirut PLN, Nur Pamudji seusai diskusi tersebut. Pihaknya menegaskan pasokan listrik  smelter hanya bisa cepat dilaksanakan bila pembangunan smelter tersebut berada di Jawa Timur karena tidak diperlukan tambahan pembangkit listrik lagi. Berbeda bila pembangunan smelter tersebut dibangun di dekat pertambangan seperti di Flores yang membutuhkan 100 MW listrik, karena kan memakan biaya mahal hal ini karena susahnya energi primer sehingga masih harus menggunakan BBM.

"Kalau pengen instan besok jadi di Jawa lah bikinnya nggak perlu nambah pembangkit lagi, mau seminggu lagi pun siap. Berbeda dengan daerah yang listriknya terbatas sepeeti di Flores, tentu kita hitung-hitungannya beda, harganya tentu lebih mahal karena pasti pakai BBM karena itu paling cepat. Kalau batubara tidak bisa cepat, untuk modalnya saja 4,5 sen, makanya saya tawarkan kalau untuk Flores 4 tahun pertama pakai tarif diesel diatas 10 sen, nanti 5 tahun selanjutnya baru pakai tarif batubara", ungkap Pamudji.

Kendala utama bila menggunakan batubara menurut Pamudji adalah harus menyiapkan lahan, karena PLTU batubara perlu lahan luas dan pelabuhan untuk batubaranya, belum lagi ijin dan studi amdalnya. Meskipun demikian Ia mengaku sudah ada 10 perusahaan tambang yang telah mengajukan untuk memasok listrik dari PLN bagi smelternya, merek a adalah perusahaan yang berada di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan yang pada umumnya produksi feronikel dan meminta pasokan listrik 70-140 MW. [Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU