Komitmen Terhadap Hilirisasi, Harita Tak Hanya Bangun Pembangkit Sendiri Tapi Juga Supply Listrik Untuk Daerah Industri
Dirut PT. Harita Prima Abadi Mineral, Erry Sofyan (Foto: Ain/ Seruu.Com)

Jakarta, Seruu.com - PT. Harita Prima Abadi Mineral bertekad membangun sendiri pembangkit listrik untuk industri smelternya sebagai bukti komitmen terhadap hilirisasi, meskipun Permen 7 th 2012 dirasa berat bagi sebagian besar perusahaan tambang nasional namun pihaknya mengaku pemberlakuan BK sebesar 20% harus membuat perusahaannya melakukan efisiensi yang berarti tidak lay off meskipun berhenti produksi hingga boleh melakukan ekspor kembali. Hal ini dituturkan Dirut PT. Harita Prima Abadi Mineral, Erry Sofyan saat ditemui Seruu.com, Kamis (28/6/2012).

"Dengan adanya pajak ekspor kita lakukan efisiensi bukan berarti dengan berhenti produksi kita harus lay off,  adanya kuota ekspor berarti volume juga sedikit mengecil dan kita harus efisiensi kira-kira 20% kita lay off", jelas Erry sore tadi.

Erry menambahka bila nanti dinyatakan  bisa ekspor lagi tentunya berpengaruh terhadap efisiensi Harita, dengan  adanya pajak ekspo harus dibedakan 2 hal antara nikel dengan bauksit. Nikel mempunyai harga fluktuasi turun, jadi  kalaupun bisa ekspor dirasa sulit sekali terlebih bila dikenai BK 20%.

"Kalau di bauksit agak berbeda kita masih bisa, tapi karena marginnya kecil kita harus efisiensi.investasi karena  untuk 1 juta ton alumina diperlukan listrik 25 MW, kemudian sarana lainnya 5 MW, sebagai sparenya 25 MW, jadi dana yang dibutuhkan sekitar U$D 45 juta".

Sementara itu untuk kebutuhan listriknya Erry menjelaskan bagi smelter Harita dibutuhkan investasi sebesar U$D 98 juta untuk kapasitas  4 x 1 juta ton alumina dan melalui 4 tahap. Smelter yang dibangun di Ketapang ini nantinya ditargetkan selesai akhir tahun 2014, karena mempunyai kapasitas listrik lebih dari pembangkit yang dibangunnya sendiri Erry berharap bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan di Kabupaten sekitar.

"Kita punya spare 2x25 MW sedangkan kebutuhan Ketapang 34 MW, dan PLN hanya sanggup penuhi 17 MW kan tidak cukup jadi kalau kita lebih bisa supply untuk daerah sekitar industri itu yang kita jual ke PLN", tandasnya. [Ain]

KOMENTAR SERUU