Demi Bela Kontrak Karya, Pemerintah Lebih Memilih Rakyatnya Kelaparan Daripada Citra Negara di Internasional Jatuh
Ketua Umum APEMINDO, Poltak Sitanggang (Foto: Ipul/ Seruu.Com)

Jakarta, Seruu.com - Kegagalan renegosiasi KK selalu menjadi sorotan akan gagalnya pemerintahan SBY mempertahankan SDA Indonesia untuk digunakan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat Indonesia sesuai diamanahkan UUD 45 pasal 33. Seperti disampaikan Poltak Sitanggang, Ketua Umum APEMINDO. Poltak mengatakan semua kontrak karya sekarang sudah ilegal dan tidak mau mengikuti konstitusi juga UU di negeri ini.

Poltak berpendapat ini adalah arogansi yang dilakukan dengan pendekatan kekuasaan, karena pemimpin kita sudah tidak peduli terhadap rakyat yang sebagian besar masih miskin. Yang dituntut rakyat saat ini bukan apapun melainkan keadilan yag berimnbang.

"Kita ingin 100% kekayaan alam Indonesia jatuh ke tangan rakyatnya. Bukan seperti industri tambang kita seperti Freeport, Newmont, INCO, BHP yang sekarang eksis di Indonesia namun dikuasai asing", tegas Poltak, Sabtu (30/6/12).

Lanjutnya, bila perusahaan KK katakan tidak mampu ikuti peraturan pemerintah dan akan rugi, sementara  IUP bisa survive dan maju. Ini berarti sudah saatnya Indonesia melakukan nasionalisasi terlebih jika mereka sudah merasa tidak mampu mengemban amanah UUD 45.

Bahkan jika ada pernyataan dari pemangku kepentingan takut akan dibawa ke arbitrase nasional dan kita akan kalah. Sehingga mereka tidak berani hadapi internasional maka menurutnya lebih baik jika mereka berhenti sebagai pemimpin.

"Mereka dibayar oleh pajak yang dibayarkan oleh rakyat, mereka dibayar oleh keringat dan darah rakyat. Pergi saja asing dari sini, kenapa harus takut sih pemerintah dikucilkan dari dunia internasional, sekarang mereka tinggal memilih citra yang baik dan  rakyat kita kelaparan? Atau kita berdaulat atas negeri kita dan kita maju secara ekonomi. Ini sudah saatnya kita melakukan nasionalisasi". [Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (2 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU