Merasa Diperbudak Pertamina, Ribuan Pekerja Outsorching Ancam Akan Tutup Kilang Balongan
Kilang Minyak pertamina
"Ini masih break dan belum juga ada keputusan dari Pertamina pusat,"

Jakarta, Seruu.com - Hari ini, Senin (2/7/2012) pihak Pertamina pusat menemui serikat buruh yang tergabung dengan KASBI, buruh-buruh Pertamina di Pendopo Pemda Indramayu untuk memberikan keputusan mengenai tuntutan pekerja Pertamina dengan sisti outsorching. Namun hingga siang ini belum juga ada keputusan pasti dari Pertamina pusat terhadap tuntutan para buruh. Seperti disampaikan Ketum KASBI, Nining saat dihubungi Seruu.com Senin (2/7/2012).

"Ini masih break dan belum juga ada keputusan dari Pertamina pusat," kata Nining.

Keputusan dari Pertamina pusat ini diharapkan mampu memberi keadilan terhadap pekerja Pertamina dengan sistim outsourching yang dianggap mendiskriminasi dan tidak adil mempekerjakan.

Tak hanya itu Nining juga menegaskan jika tidak mendapatkan titik temu maka gelombang perlawanan pemogokan  akan semakin besar. Karena tidak hanya serikat buruh atau anggota buruh yang di Pertamina saja yang terlibat tapi termasuk pemuda,  mahasiswa yang ada di Indramayu mendukung perjuangan ini karena dianggap berpengaruh kepada nasib pekerja Indramayu denga sistim outsourching.

"Sekarang sudah ada komunikasi dan didukung oleh pemuda, masyarakat Balongan, Indramayu. Kalau Pertamina tidak merespon itu bisa dilakukan oleh pekerja dan masyarakat sendiri. Kalau masih juga tidak ada keputusan kami akan menutup kilang Pertamina Balongan," tegasnya.

Nining menambahkan, aksi para pekerja ini bukan hanya tuntutan biasa Pertamina tapi memang itu hak pekerja karena Pertamina adalah BUMN yang seharusnya memberikan pekerjaan dan kehidupan yang layak tetapi malah melakukan perbudakan, bahkan orang yang sudah bekerja puluhan tahun dan memberikan kontribusi yang besar tidak pernah dihargai dan dihormati.

"Tuntutan kami masih sama, yaitu  penghapusan sistem kontrak kerja dan outsourching dan semua menjadi pekerja Pertamina, kedua memberikan upah yang layak bagi pekerja, menghentikan diskriminasi  untuk pekerja yang dianggap kontrak dan outsourching. Kami juga meminta Pertamina menghentikan tindakn PHK semena-mena, karena kalau terus seperti ini gejolak akan smakin melawan," tandasnya.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU