Tragedi Nuklir Fukushima Bukan Bencana Tapi Kesalahan Manusia
Reaktor Nuklir Fukushima yang hancur

Tokyo, Seruu.com - Bencana nuklir di Fukushima sebagai dampak gempa bumi hebat dan tsunami dahsyat 11 Maret 2011, tidak bisa dikategorikan sebagai bencana alam. Demikian kesimpulan komisi pengusut di parlemen Jepang.

Bencana nuklir di PLTN Fukushima Daiichi adalah akibat kesalahan manusia. Karena sebetulnya hal itu sudah dapat diramalkan dan juga bisa dicegah. Namun tindakan efektif menghadapi bencana, dampak buruknya dapat dikurangi menjadi lebih ringan. Demikian kesimpulan akhir komisi pengusut di parlemen Jepang.

Di tiga dari empat reaktor PLTN Fukushima Daiichi terjadi peleburan inti nuklir. Juga unsur radioaktif dalam volume cukup besar bocor ke atmosfir,

Sementara ini, direktur operator PLTN Fukushima TEPCO, Naomi Hirose menyatakan, akan mereparasi empat reaktor nuklir di PLTN Fukusima-Daini yang juga mengalami kerusakan, tapi lebih ringan dibanding Fukushima Daiichi. Para pakar nuklir memperingatkan bahaya jika reaktor itu diaktifkan lagi.

Jepang mulai Kamis (05/07) kembali ke status negara yang memanfaatkan PLTN sebagai sumber energi. Reaktor nomor 3 di PLTN Oi di kawasan Osaka, mulai pukul 7 waktu setempat kembali diaktifkan dan dihubungkan ke jaringan pemasokan energi listrik. Demikian diumumkan operator PLTN, Kansai Electric (KEPCO).

Ini merupakan PLTN pertama di Jepang yang diaktifkan lagi setelah bencana Fukushima. KEPCO juga menyebutkan, produksi listrik dari PLTN itu secara bertahap akan ditingkatkan. Kapasitas penuh sebesar 3 juta Megawatt diperkirakan bisa dicapai hari Senin (09/07). Reaktor nomor 4 di PLTN Oi akan diaktifkan kembali 18 Juli mendatang.

Keputusan pemerintah di Tokyo mengizinkan dioperasikannya lagi PLTN Oi, memicu aksi protes besar-besaran. Pemerintah provinsi maupun warga di sekitar PLTN mula-mula menolak pengoperasian kembali reaktor nuklir itu, karena merasa khawatir terkait keamanannya. Tapi setelah peringatan berulangkali dari industri nuklir, akan terjadi kelangkaan energi listrik jika PLTN tidak diaktifkan lagi, warga dan pemerintah lokal akhirnya menerima kebijakan pemerintah pusat. [ms]

KOMENTAR SERUU