Jakarta, Seruu.com - Sebuah hasil studi menyebutkan bahwa kandungan emas di limbah elektronik ternyata lebih besar 50 kali lipat dibandingkan kandungan yang didapat dari bijih yang ditambang dari tanah, menurut angka yang diajukan oleh ahli daur ulang, Jumat (09/7/2012).


"Jumlah logam mulia yang dibuang di ponsel, komputer laptop, PC, dan barang elektronik lainnya meningkat tinggi tetapi sangat sedikit setelah diperbaiki," kata mereka.


Lebih dari 320 ton emas, bernilai lebih dari 16 miliar dolar Amerika (sekitar Rp150,8 triliun), dan 7.500 ton perak, senilai 5 miliar dolar Amerika (sekitar Rp47,12 triliun), telah digunakan setiap tahun dalam produk elektronik, menurut laporan United Nations University dan Globel e-Sustainability Initiative (GeSI).


Untuk emas, hanya 10-15 persen yang diambil kembali lewat proses daur ulang, sedangkan sisanya tak tersentuh atau terbuang begitu saja.


Berton-ton limbah-elektronik memiliki 40-60 kali lebih banyak kandungan emasnya dari tambang tonase yang sama hasil dari penambangan, menurut perkiraan tersebut.


Dalam sebuah uji yang dilakukan menunjukkan ada sekitar 200 gram emas di satu ton limbah papan sirkuit dan 300 gram emas di satu ton limbah ponsel, dibandingkan dengan kandungan 5 gram emas murni dalam satu ton bijih hasil tambang. [mus/afp]

Peraturan Komentar