Analisa Spartan : Permen ESDM dan Bea Keluar Ajang Keruk Uang Untuk 2014
Central Informasi Spartan Juanforti Silalahi (foto : Aini/seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Keberadaan Peraturan Menteri ESDM no 7 dan 11 mengenai hilirisasi hasil tambang mineral dan Roadmap serta Pakta Integritas untuk mengoperasionalkan SMELTER pada tahun 2014 dinilai oleh Solidaritas Para Pekerja Tambang Nasional (Spartan) adalah regulasi yang tidak logis dan tidak masuk akal. Tidak hanya itu berdasarkan analisa mereka justru regulasi tersebut dikeluarkan untuk kepentingan dana politik partai penguasa di 2014.

Pasalnya dalam kalkulasi Spartan, meski dua aturan tersebut dipenuhi oleh perusahaan tambang maka tetap saja tidak akan mampu mengejar target hilirisasi seperti yang diamanatkan dalam UU Minerba Tahun 2009.

"Dalam hitungan kami tahapan pertama yang harus dilewati untuk pembangunan smelter saja yaitu membebaskan lahan untuk Smelter butuh waktu lama. Mulai pembebasan hingga ijin dan legalisasi peruntukan paling cepat butuh 1 tahun, itu dengan catatan semua berjalan lancar," papar Juan Forti Silalahi, sentral informasi Spartan dalam rilisnya kepada seruu.com, di Jakarta, Senin (09/7/2012).

Jika itu bisa dilewati, lanjut Juan Forty, maka proses akan masuk tahap kedua pembangunan powerplant alias sumber tenaga listrik.  Untuk hal ini ia mengutip pernyataan Dirut PLN yang menyatakan bahwa untuk membangun pembangkit listrik penyuplai Smelter di Sulawesi butuh waktu 1 tahun.

Dirut PLN tidak menjelaskan apakah 1 tahun itu dimulai dari pembebasan lahan untuk pembangkit, indent komponen pembangkit listrik mulai generator, tiang dan kabel-kabel listriknya atau sudah seluruhnya.

"Jika lahan dan listrik smelter tersedia maka dimulailah pembangunan Smelter yang diperkirakan butuh paling cepat 1 tahun. Sekali lagi dengan catatan seluruh kebutuhan mesin dan alat-alat smelter sudah tersedia dan tinggal ambil di gudang," sergah Juan Forty.

Spartan memperkirakan dalam kalkulasi mereka ketiga tahap itu tidak bisa dilakukan bersamaan. "Dalam kalkulasi kami sulit. Kenapa? karena pertama terbentur masalah teknis di lapangan terkait tata ruang dan pembebasan lahan yg akan terbentur berbagai masalah mulai konflik dengan masyarakat dan adat dan sebagainya. Kedua,  kemampuan administrasi perijinan dengan jalur birokrasi berbelit belit. Ketiga, kemampuan financial perusahaan dan keterbatasan aturan perbankan yg harus mengeluarkan dana segar dalam jumlah besar dan cepat," terangnya.

Sehingga, Spartan memperkirakan berdasarkan kalkulasi itu maka paling cepat Smelter bisa di bangun pada tahun 2015, dan paling cepat mulai Produksi tahun 2016 bukan tahun 2014 seperti amanat UU Minerba atau juga kesepakatan ESDM dengan pengusaha dalam Pakta Integritas serta Road Map yg disyaratkan oleh Permen ESDM 11.

"Dari hitung-hitungan tersebut kita bisa lihat apa maksud dari Permen ESDM 07 dan 11 serta permenkeu soal BK 20%, meningkatkan nilai tambah dan membangun hilirisasi? atau mengeruk dana politik menuju 2014? atau menggelar red karpet untuk "kontrak karya" baru investasi asing dalam industri tambang?," tukasnya dengan nada bertanya.

Seperti diketahui sebelumnya Spartan dengan tegas menolak Permen ESDM 07, 11 dan Permenkeu mengenai BK 20 Persen yang dikenakan kepada tambang-tambang mineral di tanah air.

PHK massal yang saat ini mulai dirasakan oleh para pekerja membuat organisasi yang dibangun atas dasar solidaritas sesama pekerja tambang tersebut terus melancarkan sejumlah kampanye, advokasi hingga aksi-aksi untuk menolak kebijakan tersebut.

Disisi lain Spartan mencium adanya pesanan asing dan upaya pengalihan isu atas desakan renegoisasi Kontrak Karya sesuai amanat UU yang tidak mampu dijalankan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono saat ini dengan menghajar tambang-tambang nasional dan kampanye penyelamatan sumber daya lewat regulasi tersebut diatas.

"Faktanya, yang dihajar oleh ketiga regulasi ini justru petambang lokal dan bukan pemegang Kontrak Karya yang jelas-jelas sudah puluhan tahun mengeruk kekayaan alam di bumi pertiwi. Wajar jika kami juga curiga," pungkas Forty. [musashi]
 

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU