Ribuan korban PHK Buruh Tambang di Morowali Tak Sanggup Lagi Mencari Makan
Natsir salah satu buruh PT IDJ di Morowali. Dirinya telah 2 bulan ini dirumahkan tanpa kabar dan kepastian dengan tidak menerima gaji sepeserpun (Foto: Nurul Ainiyah/Seruu.com)
Semua belum bibayar gajinya dari 400 orang yang dirumahkan ini, gaji saya juga belum apalagi saya baru juga ini dipindah di induk, jawaban perusahaan cuma janji saja, kita hanya disuruh standby saja sampai sekarang kita karyawan nggak tahu kenapa sampai disuruh tunggu terus ini - Natsir

Morowali, Seruu.com – Bantahan Pemerintah yang gencar diberitakan di media minggu kemarin bahwa tidak terjadi PHK akhirnya terjawab dengan fakta riil yang didapat Seruu.com di Morowali, semua perusahaan tambang di Morowali dinyatakan mati total dan melakukan PHK pada sebagian besar karyawan tambangnya. Salah satunya PT TDJ di MOrowali yang telah melakukan pengapalan lebih dari 5 kali dengan kapasitas 50.000 ton tiap mengapalkan, perusahaan ini kini telah merumahkan 400 buruhnya dan 100 alat berat tergeletak tak berguna.

Diakui Natsir salah satu buruh tambang dirinya telah 2 bulan ini dirumahkan tanpa kabar dan kepastian dengan tidak menerima gaji sepeserpun, bahkan perusahaan masih meminta masuk untuk melakukan absensi meski tanpa memberi kejelasan terhadap nasib 400 karyawannya.  

“Semua belum bibayar gajinya dari 400 orang yang dirumahkan ini, gaji saya juga belum apalagi saya baru juga ini dipindah di induk, jawaban perusahaan cuma janji saja, kita hanya disuruh standby saja sampai sekarang kita karyawan nggak tahu kenapa sampai disuruh tunggu terus ini,” jelas Natsir sambil berkaca-kaca saat ditemui Seruu.com di lokasi pertambangan PT TDJ di Morowali  3 hari lalu (9/7/2012).

Natsir juga menuturkan ia tidak tahu jelas mengapa hingga perusahaan stop ekspor, dia mengaku hanya paham bahwa ada peraturan dari pemerintah Jakarta yang datang mendadak dan menyebabkan stop ekspor terhadap semua perusahaan tambang yang ada di Morowali. Namun sebagai buruh kecil ia hanya bisa berharap PT TDJ masih bisa melanjutkan kegiatan produksinya sehingga para buruh tambang bisa bekerja kembali, dan pemerintah juga membuka mata dengan terjadinya banyak PHK ini.

“Beginilah kalau tidak ada kita punya penghasilan, kalau perusahaan tidak mau lanjut ya kita mau cari makan kemana, kurang lebih 2 bulan ini kami cuma datang isi absen saja. Kita hadir di tempat tapi tetap tidak ada kegiatan dan kita tidak digaji ini. Kami tidak tahu bagaimana kita bisa makan, hutang kami semua semua dan kawan-kawan sudah banyak di warung. Belum lagi kami punya anak yang masih sekolah dan baru masuk, kalau tidak ada kerja orang tuanya bagaimana membayarnya dan kami tidak bisa mencukupi dengan keadaan seperti ini”, ungkapnya.

Bapak 1 orang anak ini memang menganggap ini sebuah resiko namun bekerja disini adalah harapan satu-satunya bagi dia dan seluruh karyawan karena semua sudah merasa putus asa dengan penantian yang tidak jelas dari perusahaan.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU