Buntut Permen ESDM, Sekitar 1000 Buruh Tambang di Kalbar Resmi Dipecat
Demo Buruh Tambang Spartan di DPRD Morowali beberapa waktu lalu (foto : Adjie / Seruu.com)

Pontianak, Seruu.com - Data mengejutkan dikeluarkan oleh Dinas Pertambangan Kalimantan Barat terkait pemutusan hubungan kerja yang terjadi di wilayah tersebut pasca penerbitan Permen ESDM 07 dan sejumlah regulasi lainnya terkait tambang mineral.


Agus Riwiyanto, Mediator Hubungan Industrial, Diskertrans Ketapang mengungkapkan berdasarkan data yang mereka terima sejauh ini sudah 866 buruh dari PT Harita Prima Abadi Mineral (HPAM) maupun perusahaan kontraktor dibawah PT HPAM yang terpaksa di-PHK.


“Itu berdasar data-data yang masuk ada di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinaskertras). Semua buruh sudah mendapatkan hak-hak mereka, yaitu dua kali pesangon,” kata Agus Riwiyanto, saat dikonfirmasi Senin (16/7/2012).
 

Dalam pertemuan antara pemerintah, buruh dan DPRD Kamis lalu, terungkap bahwa hal tersbeut menjadi persoalan besar bagi buruh yang merasa diperlakukan sewenang-wenang oleh pemerintah terkait regulasi baru itu.
 

Mereka menilai peraturan baru telah membuat Perusahaan mengambil langkah PHK terhadap buruh sebagai langkah efisiensi. Pasalnya dengan larangan ekspor yang berlaku perusahaan tidak bisa lagi berproduksi.
 

"Ini salah satu kasus yang buat kami terus bergerak. Kalau hari ini saja sudah seribu yang di PHK di satu perusahaan berapa lagi yang harus dikorbankan untuk membenarkan langkah sewenang-wenang negara terhadap rakyatnya," ujar Juan Forti Silalahi, Central Informasi Solidaritas Para Buruh Tambang Nasional saat dimintai pendapatnya mengenai hal tersebut, Senin.
 

Ia lalu memaparkan saat ini buruh tambang yang tergabung dalam SPARTAN terus bergerak untuk meminta agar pemerintah tidak begitu saja membiarkan adanya PHK Massal dan membuat jutaan buruh tambang jadi korban peraturan yang diterbitkan.
 

"Hari ini kami Spartan Region Sulteng sudah melakukan aksi besar-besaran, kemungkinan region lainnya akan segera menyusul untuk membuka mata Jakarta bahwa kami sedang ditidakadilkan," tandasnya.


Sementara Asisten Manajer PT HPAM site Kendawangan Agus Tri Prabowo, mengungkapkan bahwa jumlah yang diPHK sebanyak 27 persen dari total buruh perusahaan yakni 1780 orang.  [mus]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU