Dewi Aryani : Tekan Impor Elpiji Dengan Bangun Kilang Baru
Dewi Aryani (Foto: Saifullah Halim/ Seruu.Com)

Jakarta, Seruu.com - Terkait info bahwa PT Pertamina (Persero) akan impor sebesar 2,08 juta metrik ton elpiji dari sejumlah negara sepanjang tahun ini, atau sekitar 43,78% dari total kebutuhan elpiji domestik sebesar 4,75 juta metrik ton.

Anggota Komisi VII DPR RI, Dewi Aryani menilai hal tersebut semakin menunjukkan negara ini lemah dalam mengelola potensi energi yang ada. Impor Elpiji menjadi beban tersendiri karena demand makin meningkat sementara produksi dalam negeri tidak pernah ekspansif.

"Mengenai besar kebutuhan Elpiji sebesar 4,75 juta ton, dimana Elpiji yang diproduksi di kilang Pertamina hanya 765 ribu ton, dan kilang swasta 1,9 juta ton. Sebenarnya mengindikasikan bahwa kegiatan ekonomi dan sosial kemasyarakatan (tuntutan jaman) semakin meningkat tapi pemerintah belum mampu mengimbangi dengan supply yang sesuai dan berimbang." Kata Dewi Aryani kepada Seruu.com di Jakarta, Senin (15/07/2012).

Menurut Dewi, Modernisasi peralatan rumah tangga dan semua sektor menjadi sangat tergantung dengan penggunaan Elpiji.harusnya pemerintah menghitung tren kebutuhan ini.

"Jikapun ada rencana menekan impor harus diimbangi dengan peningkatan produksi dalam negeri. Penambahan kilang mungkin belum perlu. Yang penting justru bagaimana memaksimalkan blending plant yang sudah ada dan kapasitas produksinya belum maksimal."Pungkasnya.

Jadi, tambahnya, harus memanfaatkan kapasitas yang ada dulu. Tapi penghitungan tren kenaikan kebutuhan memang harus diimbangi juga dengan rencana-rencana strategis yang mengikutinya misalnya pembangunan kilang baru.

"Sumber daya kita melimpah, tapi infrastruktur produksi tidak maksimal. Harusnya roadmapnya untuk jangka panjang malah kita harus bisa ekspor Elpiji tapi dengan catatan penting harus memenuhi dulu kebutuhan dalam negeri (domestic market obligation)" Tandas Politisi Muda PDI Perjuangan ini. [Cesare]

KOMENTAR SERUU