Aksi Memanas, Buruh Spartan Bakar Foto Jero Wacik dan Agus Martowardojo

Palu, Seruu.com - Aksi seribuan buruh tambang dari Solidaritas Para Pekerja Tambang (SPARTAN) region Sulawesi Tengah yang berlangsung sejak kemarin, Senin (16/7/2012) hingga siang ini semakin memanas. Setelah kemarin menduduki gedung DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, massa buruh yang bergerak menuju Dinas Pertambangan Provinsi akhirnya melakukan aksi bakar foto di depan instansi yang dituding sebagai biang keladi PHK Massal buruh tambang tersebut.


Aksi yang awalnya berlangsung tertib sedikit memanas saat tidak satupun pejabat di Dinas Pertambangan Provinsi Sulteng yang menemui buruh. Setelah menyampaikan orasi dan tuntutan, buruh tambang nampak mengeluarkan Foto Jero Wacik, Menteri ESDM dan Agus Martowardojo, Menteri Keuangan yang mereka bawa. Tidak lama buruh lainnya langsung menyulutkan api dan membakar poster dan foto dua Menteri SBY tersebut.


"Ini bentuk kemarahan kami atas ketidakpedulian Menteri Jero Wacik dan Agus Marto terhadap nasib buruh tambang. Kami di PHK gara-gara mereka , tapi mereka justru buang badan dan menyalahkan kami, untuk itu kami menyatakan tidak akan pulang sebelum tuntutan kami dipenuhi," terang Rohim jurubicara Spartan region Sulteng saat ditemui di lokasi, Selasa (17/7/2012).


Menurut Rohim, target mereka adalah meminta pernyataan dari seluruh instansi yang berkepentingan di Sulawesi Tengah termasuk Wakil Rakyat, Gubernur dan Pejabat Dinas Pertambangan untuk menolak PHK Massal buat buruh tambang dan meminta mereka memperjuangkan nasib buruh ke Jakarta.


"Jika para pejabat disini masih tutup mata, maka kami tidak segan - segan untuk menginap di masing-masing pintu kantor mereka hingga kami diperhatikan.," tandasnya.


Seperti diketahui aksi buruh tambang dipicu dengan PHK massal yang terjadi di berbagai tempat terhadap para buruh sebagai bentuk kebijakan efisiensi perusahaan tambang nasional pemegang IUP dan IPR atas pemberlakuan Permen ESDM 07 dan 11 serta Permenkeu mengenai Bea Keluar Tambang Mineral.


Pasalnya dampak dari aturan itu antara lain membuat pengusaha tambang mineral harus menunda ekspor selama berbulan-bulan akibat harus memenuhi sederet persyaratan baru dari kementrian. Disisi lain sejumlah kewajiban baru seperti pembangunan smelter dan pengenaan bea keluar hingga 20 persen membuat sebagian pengusaha skala menengah dan kecil terpaksa harus menutup usahanya akibat membengkaknya biaya. [ndis/musashi]

 

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU