Harga Minyak Turun di Perdagangan Asia
Ilustrasi (Istimewa)

Singapura, Seruu.com - Harga minyak turun di Asia, Selasa, setelah menguat pada awal dipicu oleh harapan paket stimulus China dan ketegangan di Teluk setelah kapal AL AS menembaki sebuah kapal kecil di lepas pantai Dubai, kata analis.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Agustus turun 17 sen menjadi berakhir di 88,26 dolar AS per barel, dan minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman September merosot 20 sen menjadi 103,17 dolar AS.

Pasar minyak mentah mengatur napas mereka setelah membuat kenaikan pada pagi hari, kata Victor Shum, prinsipal senior konsultan energi Purvin and Gertz di Singapura.

"Ini sebenarnya tidak turun banyak ... saya pikir itu benar-benar sampai ke titik di mana ia mencapai sebuah batas atas, tidak benar-benar ditentukan oleh kondisi pasar jadi kita sedang melihat beberapa kemunduran kembali," katanya seperti dikutip AFP.

Angka pertumbuhan lemah dari China mendorong harapan bagi intervensi pemerintah, ditambah dengan insiden Angkatan Laut AS dalam geopolitik sensitif Timur Tengah, telah mendukung harga minyak mentah pada hari sebelumnya, kata Phillip Futures dalam sebuah laporan.

Data resmi yang dirilis Jumat, menunjukkan perekonomian China tumbuh pada kecepatan paling lambat dalam lebih dari tiga tahun pada kuartal kedua 2012, mengecewakan pedagang meskipun memenuhi perkiraan analis.

Angka-angka pertumbuhan suram mendorong Perdana Menteri China Wen Jiabao pada Minggu, menyerukan upaya yang lebih besar untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi di konsumen energi terbesar di dunia itu.

Di Timur Tengah, ketegangan membuat kenaikan tipis pada Senin, setelah seorang nelayan India tewas dan tiga lagi cedera ketika sebuah kapal Angkatan Laut AS menembak perahu motor mereka dekat Teluk Dubai.

Pejabat pertahanan AS mengatakan kapal itu mengabaikan peringatan untuk tidak mendekati kapal pengisian bahan bakar USNS Rappahannock dekat pelabuhan UEA Jebel Ali, dan pelaut di kapal Amerika itu dikhawatirkan dapat menimbulkan ancaman.

Insiden itu terjadi di tengah ketegangan antara Iran dan kekuatan Barat atas program nuklir Teheran dan ancaman untuk menutup Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dunia.[ant/ast]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU