MS Marpaung: Motivasi Plin-Plan Pemerintah Dibalik Permen 7 Menunjukkan Kalau Mereka Preman
MS Marpaung (Foto: Nurul Ainiyah/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Permen ESDM no 7 tahun 2012 dinilai banyak melenceng dari UU Minerba no 4 tahun 2009 karena muncul secara tiba-tiba di bulan Mei 2012 tanpa diskusi yang panjang, meskipun melalui usulan pemerintah.  Menurut mantan Dirjen Teknik Lingkungan KESDM MS Marpaung, Permen 7 harusnya berdasar UU no 4 dengan diskusi panjang dan niat baik pemerintah, tapi nyatanya hal tersebut tidak dilakukan pemerintah. Tak hanya itu pemerintah menurutnya sangat plin-plan dengan berubah-ubah pandangan akan tujuan Permen ini sendiri.

"Tadinya add value, setelah itu pemurnian, dan pemurnian itu sekarang harus jadi smelter. Namun setelah diserang nggak bisa, jadi boleh lagi melakukan ekspor tapi dengan membayar BK 20%, bararti hilirisasi dan add value jadi terlupakan," ungkap Marpaung saat ditemui Seruu.com,  Selasa (17/7/12) sore kemarin.

Sejak awal terbit Marpaung menyatakan motivasi menambah pendapatan negara dalam Permen 7 sudah salah, dengan distopnya ekspor mineral mentah tiba-tiba Indonesia diserang Jepang lewat WTO, lalu pemerintahpun membuat isu lingkungan. Inilah yang tampak membingungkan karena pemerintah tidak fokus mana yang mau diambil hilirisasi atau nilai tambah.

"Harusnya fokus apa yang mau diambil nilai tambah atau hilirisasi? Yang saya tentang itu bukan hilirisasi dan nilai tambah tapi tidak konsistennya itu yang terus menerus, dia bilang ini nilai tambah, tapi begitu diserang kenapa jadi ada bea keluar? Ini kan preman namanya, kalau mau olah pabrik konsisten lah pemerintah itu," tegasnya.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU