Poempida Melihat Permen ESDM Sebagai Agenda Politik Untuk 2014
Poempida Hidayatulloh (Aini/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Ucapan Jero Wacik 8 Mei 2012 lalu yang mengungkapkan gagalnya menaikkan BBM subsidi tahun ini menjadi dasar dikeluarkannya Permen ESDM dengan syarat BK sebesar 20%, namun hal ini ditentang keras oleh pengamat pertambangan Kurtubi, yang menyampaikan kepada Seruu.com bahwa kebijakan pertambangan tidak seharusnya dihubungkan dengan gagalnya kenaikan BBM. Pernyataan serupa disampaikan Poempida Hidayatulloh, anggota Komisi IX DPR RI yang juga Wakil Presiden Kabinet Indonesia Muda (KIM).

Politisi muda yang akrab disapa PH ini menolak dengan tegas perkataan Jero tersebut, Ia menyevut korelasinya sangat jauh berbeda dan tidak relevan  antara bea keluar dengan gagalnya kenaik BBM subsidi.

"Coba deh dihitung-hitung, nggak akan masuk, subsidi migas itu lebih berat memang karena yang atur harga minyak itu dunia bukan kita. Permasalahnnya waktu kemarin diributkan di Parlemen, Pemerintah terelenggu dengan komitmen mereka sendiri, harusnya pemerintah fight aja lepas aja harga pasar nggak usah pakai harga subsidi", paparnya kepada Seruu.com, Kamis (19/7/2012).

PH juga mengaku melihat adanya agenda politis dengan diterbitkannya Permen ESDM no 7 dan 11 th 2012 yang ia nilai banyak kesalahan dalam sosialisasi, implementasi juga implikasinya. Padahal menurut Poempida seharusnya ijin melakukan ekspor sudah ada di daerah tapi dengan adanya regulasi ini kembali ke pusat, yang berarti permainan di pusat dan merupakan agenda politik.

"2014 kan sudah dekat jadi para penguasa yang mewakili partai tertentu sedang mencari uang untuk dana-dana,  terus terang saya melihat arah gerakan ini. Ini jelas agenda politis pemerintah", tandasnya. [Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU