Tumpang Tindih Lahan Jangan Salahkan Daerah, Pemerintah Pusat Tak Pernah Berikan Pembinaan
Ketua Umum APEMINDO, Poltak Sitanggang (Aini/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - UU Otonomi Daerah yang mempercayakan pengolahan SDA kepada daerah dan  diterbitkan 7 tahun lalu seolah menjadi boomerang bagi daerah. Hal ini karena daerah diberi wewenang tapi tanpa  pembinaan dari Pemerintah Pusat. Poltak Sitanggang-pun kembali mempertanyakan, sudahkah Pemerintah Daerah memiliki tenaga ahli?

Hingga berdampak dengan tumpang tindihnya lahan pertambangan yang berujung disalahkannya Pemerintah Daerah oleh Pemerintah Pusat.

"Pemerintah Daerah harus dibina lah, karena penyimpangan yang sekarang terjadi itu adalah simpang siur akibat  tidak adanya bimbingan teknis dari pusat untuk daerah. Kembali lagi yang dikorbankan adalah investasinya, dengan menerapkan apa yang mereka sebut dengan C&C. Dan tumpang tindih yang terjadi sekarang ini!," tegas Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Mineral Indonesia (APEMINDO) ini kepada Seruu.com (19/7/2012).

Poltak menambahkan tumpang tindih ini banyak terjadi antara kepentingan perkebunan dengan pertambangan atau pertambangan dengan kehutanan,  karena tidak ada bimbingan teknis dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah sebagai pelaksana. Bahkan Ia menyatakan KESDM tidak punya tenaga-tenaga ahli yang melakukan peninjauan langsung ke daerah untuk memberikan pembinaan tersebut.

"Apa ESDM punya tenaga-tenaga yang berkeliling ke daerah-daerah untuk melakukan pembinaan, apakah ijin-ijin itu terbit setelah dilakukan pembinaan-pembinaan kepala daerah?
Nggak ada itu..".

Hingga dikeluarkannya ijin ekspor terhadap beberapa perusahaan tambang, Poltak menyampaikan hanya  BPK, Badan Lingkungan Hidup dan tim-tim tehnik yang sudah menurunkan tim sendiri yang telah meninjau langsung perusahaan yang diberi kuota ekspor, mereka juga melakukan evaluasi di perusahaan tambang tersebut.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU