Royalti Dibarter Keringanan Pajak, Menteri Hatta Klaim Renegoisasi KK Freeport Alami Kemajuan

Jakarta, Seruu.com - Meski Freeport Indonesia mengisyaratkan persetujuan atas kenaikan royalti hasil tambang emas menjadi 3,75% namun ternyata hal itu dibarengi dengan tuntutan mereka akan pengurangan pajak terhadap badan usaha mereka yang saat ini diklaim sebesar 35%.


Namun hasil itu sendiri ternyata sudah dinilai sebagai kemajuan besar bagi Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa. Menurutnya, PT Freeport Indonesia bersedia melaksanakan enam poin renegosiasi yang ditawarkan pemerintah, mulai dari kenaikan royalti, luas wilayah, pembangunan smelter, divestasi, hingga peningkatan komponen lokal. "Mereka juga bersedia membangun smelter meski harus melakukan kajian," kata Hatta, Senin (23/7/2012).


Untuk royalti, Freeport bersedia menyesuaikannya dengan besaran yang termaktub dalam Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2003 yaitu royalti minimal sebesar 3,75%.untuk perusahaan tambang.


Pemerintah juga meminta Freeport untuk mendivestasikan sahamnya sebanyak 51% seperti yang dilakukan oleh PT Newmont Nusa Tenggara. Dalam hal ini Freeport telah bersedia, hanya saja masih mengkaji besaran divestasinya. Demikian juga  untuk penawaran saham perdana kepada publik di Indonesia atau IPO.


Atas kesediaan tersebut, Freeport juga meminta kompensasi kepada pemerintah antara lain, keringanan pajak badan usaha mereka yang saat ini sebesar 35%. Pemerintah sendiri mengaku masih mengkaji permintaan tersebut dan menargetkan renegosiasi ini akan rampung pada akhir tahun nanti.  [mus]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU