Anggota Komisi IX : Rudi Rubiandini Tidak Berfikir Secara Kenegaaraan, Permen ini Bukan Kitab Suci
Rudi Rubiandini (Aini/Seruu.com)
"Buktinya sekarang gini kalau memang ada konspirasi dari pengusaha, apa orang di PHK itu mau di PHK dan kehilangan pekerjaan. Tapi kalau perusahaan yang bilang saya nggak mampu bayar kalian lagi, operasi stop dan tidak mungkin melakukan tambang lagi dengan keadaan kayak gini kemana larinya para korban ini, pasti ke pembuat kebijakan dong. Pembuat kebijakan ini harusnya sensitif membaca tuduhan-tuduhan yang menurut saya tidak penting,"

Jakarta, Seruu.com -  Klaim PHK massal terhadap karyawan tambang yang tidak akan mencapai 3 juta bila Permen ini terus bergulir yang diucapkan Wamen ESDM Rudi Rubiandini, juga menganggap aksi buruh tambang di daerah hanya sebagai bentuk provokasi dari beberapa pihak yang mencari keuntungan ditanggapi tegas oleh anggota Komisi IX, Poempida Hidayatulloh dari fraksi golkar.

Dengan tegas Poempida menyampaikan ini bukanlah sebuah provokasi atau konspirasi tapi ini peristiwa luar biasa yang menimpa buruh akibat dari kebijakan yang dibuat oleh pemerintah ESDM sendiri. Hal ini disampaikannya saat dihubungi Seruu.com tadi malam (24/7/2012).

"Buktinya sekarang gini kalau memang ada konspirasi dari pengusaha, apa orang di PHK itu mau di PHK dan kehilangan pekerjaan. Tapi kalau perusahaan yang bilang saya nggak mampu bayar kalian lagi, operasi stop dan tidak mungkin melakukan tambang lagi dengan keadaan kayak gini kemana larinya para korban ini, pasti ke pembuat kebijakan dong. Pembuat kebijakan ini harusnya sensitif membaca tuduhan-tuduhan yang menurut saya tidak penting," tegas anggota fraksi golkar ini.

Poempida berpendapat banyaknya komplain atas kebijakan Permen 7 ini tidak hanya datang dari karyawan saja tapi juga Kadin dan sejumlah asosiasi perusahaan mineral yang berarti terjadi keseragaman yang berujung pada reaksi sehingga akan sangat sulit membentuk konspirasi dari macam-macam sektor ini. Ia-pun menyimpulkan ada kejanggalan atas regulasi yang dibuat pemerintah ini.

"Dalam masalah ini kan mereka sama, disini ada satu kejanggalan menurut saya yang kalau saya jadi Menteri saya lakukan dengan seksama, kita panggil mereka ajak bicara kita cari sumbernya dimana, kan peraturan Menteri juga bisa dipending sebenarnya, bukan seperti kitab suci kan? Itu berarti Wamen yang namanya Rudi Rubiandini tidak berpikir secara kenegaraan, dia harus tahu Permen ini dibuat dalam konteks mengekang dan menyebabkan PHK padahal semangat UU Minerba itu adalah untuk menciptakan lapangan kerja di hilir," pungkas Poempida.

Berikut ini komentar Rudi Rubiandini saat ditemui Seruu.com dan dikonfirmasi mengenai terancamnya 3 juta buruh tambang akibat Permen ESDM no 7 th 2012, selain menganggap jumlah 3 juta ini adalah tipuan, Wamen yang baru dilantik 14 Juni lalu ini menganggap aksi buruh tambang yang terjadi di daerah adalah bentuk provokasi.

"Tapi jangan coba hitung-hitung keluar PHK 3 juta itu terbukti 3 juta atau tidak?berarti nipu itu, kalau sampai 3 juta itu tidak terjadi anda yang mau nanggung, triliunan negara dirugikan akibat provokasi ini. Kalau kemudian regulasinya dicabut lingkungan dirusak anda yang mau tanggung? Jangan kemudian seolah olah negara yang harus tanggung, enak aja kita mau buat negeri ini bagus cuma ada efek-efek seperti PHK, silahkan diselesaikan jangan kemudian kita yang diprovokasi dong," kata Rudi Rubiandini.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU