Pemerintah Dituntut Jeli Dalam Berikan C&C Juga Pembangunan Smelter
Ilustrasi Smelter

Jakarta, Seruu.com - Belum diaturnya secara jelas petunjuk tehnik pembangunan smelter bagi perusahaan-perusahaan mineral berskala kecil untuk melaksanakan amanah UU Minerba no 4 th 2009 dengan target membangun smelter di th 2014 untuk meningkatkan add value dan pendapatan negara memang menjadi polemik bagi perusahaan tambang.


Hal ini disampaikan Irfan L. Hakim, External Affair PT DHARMA ROSADI INTERNASIONAL. Ia meminta pada Pemerintah agar tidak hanya membuat peraturan tanpa infrastruktur dan pengarahan karena diakuinya belum ada wacana seperti consorsium dari Pemerintah pusat hingga kini.


"Semua perusahaan tambang disini nggak punya modal, memang peraturan ini niatannya bagus, kemasannya bagus tapi kurang soft dan terkesan kita sempat dengar ada isu Antam dsb untuk meredam", ungkap Irfan kepada Seruu.com Rabu (25/7/12).


Menurutnya dalam Permen ini tampak kepentingan Business to Business lebih tinggi terlebih untuk Kontrak Karya, dicontohkan PT Valley Inco yang sudah  pasti memiliki kepentingan politik. Irfan menambahkan seharusnya pemerintah memberi tenggang waktu paling tidak   6 bulan bagi perusahaan agar menyiapkan semuanya melihat kondisi perusahaan tambang yang berbeda karena kebanyakan berskala kecil.


"Kami juga menyarankan untuk berkonsorsium, semua perusahaan tambang bergabung untuk membangun smelter namun permasalahannya di Kolaka belum ada asosiasi tambang untuk daerah Kolaka, malah di Sulawesi semua bertahan dengan egonya masing-masing dan bilang mau bikin pabrik", cetus Irfan.


Irfan hanya bisa berharap perusahaannya cepat mendapatkan Ijin Ekspor dan tidak diperlambat karena begitu banyak tanda tanya mengapa ada beberapa perusahaan yang sudah  bagus dan lengkap semua persyaratannya tapi belum juga bisa melakukan ekspor. Irfan juga mengimbau pada pemerintah untuk mengecek langsung kesiapan smelter yang akan dibangun.


"Untuk pabrik jangan hanya proposal-proposal saja tapi harus dicek teknologinya siapa dari negara mana, dan lahannya sudah ada rekomendasi atau belum dari gubernur", pungkas Irfan.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU