Anggota Komisi VII:  Permen 7 Bisa Dicabut Jika Cacat Hukum
Anggota Komisi VII DPR RI Satya W Yudha (Istimewa)
Ini mesti clear dulu, karena tidak bisa campur adukkan 1 dengan yang lain harus secara hukum dilihat. Kalau secara hukum terlihat cacat dan itu harus disempurnakan, kita akan minta Permennya dicabut. Kalau secara hukum tidak langgar maka kita lihat apa dampak dari Permen tersebut atau PHK karena apa - Satya W Yudha

Jakarta, Seruu.com - Dampak pemberlakuan Permen ESDM no 7 th 2012 yang mengancam di PHK-nya jutaan buruh tambang menurut anggota Komisi VII DPR RI Satya W Yudha harus ditinjau lebih dalam apakah hal tersebut salah satu dampak terhadap UU Minerba dan Permen 7 yang bermaslah atau tidak secara hukum. Karena jika PHK massal bukan bermasalah secara hukum maka bisa dikatakan bahwa PHK yang terjadi adalah urusan bisnis murni.

 

"Ini mesti clear dulu, karena tidak bisa campur adukkan 1 dengan yang lain harus secara hukum dilihat. Kalau secara hukum terlihat cacat dan itu harus disempurnakan, kita akan minta Permennya dicabut. Kalau secara hukum tidak langgar maka kita lihat apa dampak dari Permen tersebut atau PHK karena apa," jelas Satya  kepada Seruu.com, Senin (30/7/12) kemarin sore.

Satya menilai dengan banyaknya penambang atau IUP ilegal di daerah pertambangan dikhawatirkan para korban PHK tersebut justru berasal dari perusahaan tambang ilegal. Oleh karena itu DPR akan memilah-milah dengan meminta klarifikasi dari ESDM bagaimana sebetulnya dampak terhadap industri karena tujuan dari UU Minerba  menginginkan supaya ada peningkatan pendapatan negara dari sektor tambang.

"Jangan sampai ternyata mereka yang di PHK dan negara yang tanggung jawab kan justru repot kan? Dengan adanya industri yang berjalan kan  otomatis SDM-nya pun juga berjalan. Sekarang yang dikeluhkan SDM-nya tidak jalan karena PHK itu bisa lihat secara keseluruhan siapa sebetulnya yang bermasalah terhadap diterbitkannya Permen," tandasnya. [Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU