Masinton Pasaribu, Kami Tidak Hanya Tuntut Keterbukaan Kontrak Karya Tapi Usir Freeport!
Ketua Umum Repdem (PDIP), Masinton Pasaribu (Istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Carut marut renegosiasi Kontrak Karya yang tak kunjung usai timbulkan berbagai kecaman kekecewaan dari banyak pihak, salah satunya adalah Masinton Pasaribu Ketua Umum Repdem (PDIP). Ia menilai renegoisasi yang kemarin dilakukan Menteri Perekonomian Hatta Radjasa dan presiden SBY adalah ecek-ecek, tidak menguntungkan kepentingan nasional dan masyarakat.

"Renegoisasi kalau cuma royalti ini bodoh, masa kita mengemis emas yg kita punya", tegasnya singkat kepada Seruu.com (1/8/2012).

Salah satu permasalahan krusial dalam Kontrak Karya menurutnya karena tidak ada keterbukaan informasi tentang KK itu yg akhirnya dituntut oleh Komite Informasi Publik dalam diskusinya Senin (30/7) kemarin.

"Selama ini nggak ada yang tau kan? Pada intinya KK harus dibuka kemudian diakhiri", ucapnya.

Pihaknya menilai Kontrak Karya yang salah satunya PT Freeport merupakan benteng kolonialisme dan imperialisme yg harus dijebol. Ini karena terjadi eksploitasi luar biasa tanpa batas apapun dikeruk, tapi sampai sekarang  negara tidak pernah tahu berapa real hasil dari Freeport tersebut.

"Hitungan kita 3000 triliun, kalau ini dibayarkan hutang RI lebih dari cukup, ada banyak jenis pelanggaran sampe masalah ijin hutan yg belum dikeluarkan Menteri Perhutananan, tai Freeport sudah eksplorasi", ungkapnya.

Dalam wawancara terakhir, ia meminta dengan tegas agar Freeport diusir dari Indonesia.

"Apapun kontrak dihentikan, eksplorasi nanti aja yang penting Freeport hengkang dulu", tandasnya. [Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU