Mantan Hakim MK Nilai Divestasi 7% Terhadap Newmont Harus Dilakukan Pemerintah Agar Tidak Jatuh Kepada Swasta
Mantan hakim MK, Maruarar Siahaan (Istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Meskipun pembelian 7% saham Newmont adalah kewenangan konstitusional pemerintah, Mahkamah Konstitusi (MK) menilai dana yang digunakan pemerintah adalah kekayaan negara yang penggunaannya harus terlebih dahulu dianggarkan secara spesifik dalam APBN.

Sepertinya, Mantan Hakim MK Maruarar Siahaan kurang sepakat dengan ini, divestasi terhadap Kontrak Karya dinilai banyak pihak pasti akan banyak masalah kepada pihak Indonesia karena seringkali dikatakan ini hanya menguntungan pihak lain bukan warga negara Indonesia. Maruarar menilai bila tidak diserahkan pada pemerintah justru akan jatuh kepada pemilik modal.

"Ini akan jadi masalah sendiri kalau 7% tidak diambil pemerintah akan jatuh ke swasta kan, jadi bayangkan itu pasal 33 UUD 45 sebagai satu mercusuar harusnya jadi pedoman juga," ucap Maruarar, Jumat (3/8/12).

Maruarar juga berpendapat, dibutuhkan kepahaman terhadap presidensial untuk memutuskan ini. Karena jika diperhatikan dalam perubahan UUD 45 ada kemungkinan tahap tertentut yang menimbulkan satu implikasi yang tidak boleh ditafsirkan secara harfiah dan membutuhkan satu metode intepretasi yang bisa melihat semangat dari konstitusi baru itu.

"Harusnya yang mayoritas hanya mengandalkan DPR sebagai kewenangnnya, fungsinya sudah ditentukan UUD 45 dan sudah tidak bisa dilangkahi, tetapi tidak bisa juga memahami persoalan ketatanegaraan ini sekarang toh. Kita harus melihat keseimbangan posisi antara sistim presidensial dengan DPR itu yang meninggalkan sisi parlementer tentu memiliki implikasi yang luas sehingga tidak bisa ditafsirkan secara harfiah dalam melihat itu," jelas Maruarar.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU