BP Migas Akan Lakukan Optimalisasi CSR Migas Dengan Sosial Resposibility
Foto Ilustrasi

Jakarta, Seruu.com - Pemahaman Corporate Social Responsibility (CSR) yg dilontarkan kepala BP Migas beberapa waktu lalu dimana bahwa CSR mengacu pada ISO 26000, yaitu ISO internasional standart yg akan digunakan BP migas sebagai basis standart. ISO ini menyinggung mengenai Sosial Responsibility (SR) yang mengatur atau menyarankan kepada semua bentuk organisasi untuk melakukan SR termasuk BP Migas.

"Dengan pemahaman CSR yang terdahulu  menjadi terkotak" seolah" corporate aja yang melakukan itu, padahal CSR itu tanggung jawab semua pihak, departemen pemerintah pun termasuk/universitas/ organisasi", ucap Rinto Pudyantoro, Kepala Dinas Humas dan Hubungan Kelembagaan BP Migas kemarin sore saat ditemui Seruu.com di Institute Proklamasi (4/8/2012).

Rinto mengimbau kepada semua organisasi agar tidak terjebak dengan kata CSR yang terlahir karena ada kepedulian dari setiap organisasi terhadap pemberdayaan masyarakat.

"Jangan terjebak pada istilah CSR, dimana C nya itu corporate. Tapi itu adalah kewajiban sosial yg bisa dilakukan siapa saja. 2012 hendaknya semua organisasi melakukan ISO 2600".

Jika BP migas melakukan SR, dan organisasi lain juga melakukan menurutnya maka impact ke masyarakat akan juga lebih besar. Karena  masyarakat menikmati lebih banyak, dan mampu mengurangi gejolak sosial yang ada.

"Misal itu dilakukan, bisa saya minta tolong perusahaan minyaknya bayarin dulu nanti diganti, proses itu disebut dengan cost recovery jadi tidak lain saya ganti apa yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan minyak untuk keperluan SR BP migas. Mekanisme seperti itu tidak berlaku sebaliknya, hanya BP migas kepada kontraktornya. Perusahaan punya CSR dan dia lakukan sendiri, kalau sudah kan bayarnya bisa pakai produksi nanti pakai minyak", jelas Rinto.[Ain]

KOMENTAR SERUU