PLN Buktikan Keseriusan Memasok Listrik Untuk Smelter Dengan MoU 3 Perusahaan Nikel
Aktivitas pemurnian dan pengolahan bahan mineral tambang (smelter) (istimewa)

Jakarta, Seruu.com -  Dengan diterbitkannya Permen ESDM no 7 th 2012 dan peraturannya untuk membangun industri smelter pada tahun 2014 bagi perusahaan tambang mineral agar mampu memberikan nilai tambah bagi industri juga negara, tentunya setiap perusahaan tambang membutuhkan infrastruktur listrik yang besar sebagai sumber energi utama. PT PLN (Persero) manyatakan bisa mendukung kesiapan pasokan listrik untuk industri-industri tersebut.

Keseriusan ini ditandai dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman antara PLN dengan beberapa perusahaan di Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat pada Senin (6/8/2012) di PLN Pusat oleh Direktur Utama PT PLN (Persero), Nur Pamudji. Dalam MoU kali ini ada  empat perusahaan besar yang berinvestasi di bidang pengolahan biji nikel dan industri semen.

"Menjamurnya industri smelter nikel ini merupakan dampak dari kebijakan pemerintah bahwa mineral tidak boleh lagi diekspor dalam bentuk mentah.  PLN mendukung sepenuhnya pengembangan industri smelter baik di Jawa-Bali maupun Sulawesi," ujar Nur Pamudji.

Beberapa perusahaan tersebut adalah PT Central Omega Resources Tbk yang diwakili oleh Direktur Utama Kiki Hamidjaja dengan  persiapan pasokan listrik 220 MW ke smelter di Sulawesi dan/atau di Jawa Timur.

PT Bukaka Teknik Utama, Tbk, diwakili oleh Direktur Utama Irsal Kamarudin dengan  persiapan pasokan listrik 90 MW ke smelter di kabupaten Palopo, Sulawesi.

PT Bakti Bumi Sulawesi, dihadiri langsung oleh Direktur Utama Jos Yanto dengan persiapan pasokan listrik 120 MW ke smelter di Kabupaten Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan.

PT Semen Jawa, diwakili langsung oleh Direktur Utama Nantapong Chantrakul terkait persiapan pasokan listrik 2 x 45 MW ke pabrik semen di Sukabumi-Jawa Barat.
 
"Ketiga perusahaan yang pertama tersebut merupakan badan usaha swasta yang bergerak di bidang investasi untuk pertambangan dan pengolahan khususnya biji nikel. Mereka berencana akan membangun pabrik pengolahan biji nikel (smelter) di Sulawesi dan/atau di Jawa Timur. Rencananya, smelter pada ketiga perusahaan ini akan dilayani dengan layanan khusus sehingga dapat menjamin kualitas keandalan pasokan yang lebih baik", ujar Bambang Dwiyanto Senior Communication PLN.

Layanan khusus yang dimaksud Bambang adalah  akan dikenakan tarif khusus yang akan dinegosiasikan secara business to business dan akan dituangkan dalam Perjanjian Kerjasama Penyaluran Tenaga Listrik (”PKS”).

 Melihat  sifat beban smelter yang sangat spesifik, maka PLN akan terlebih dahulu melakukan kajian menyeluruh terkait dengan pemakaian listrik terkini pada sistem kelistrikan Sulawesi  dan Jawa-Bali. Serta mengkaji dampak pemakaian beban terhadap keandalan atau kualitas sistem kelistrikan di Sulawesi dan Jawa Timur serta hal-hal teknis lainnya. [Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU