Menteri Hatta Takut Nasionalisasi Justru Bikin Indonesia Rendah Dimata Asing
Hatta Radjasa

Jakarta, Seruu.com - Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa, mengatakan bahwa nasionalisasi terhadap perusahaan asing bermasalah, seperti kisruh PT Freeport dan perselisihan kontraktor lokal dengan blok minyak Cepu beberapa waktu lalu, dapat merendahkan harga diri bangsa di mata investor.


"Tidak. Indonesia tidak akan melakukan nasionalisasi karena itu mencederai kontrak yang kita buat sendiri," ujarnya seusai menghadiri Rapat Koordinasi Blok Cepu dan Aset Minyak dan Gas (Migas) di kantor Kementerian Perekonomian, Jakarta, Kamis (09/8/2012).


Hatta mengemukakan, pemerintah harus melakukan langkah yang elegan dengan investor asing yang bermasalah. "Kita tidak melakukan nasionalisasi, tapi renegosiasi dengan kontrak-kontrak baru yang menguntungkan kita," katanya.


Investor dari luar negeri, menurut dia, tidak bisa dipisahkan dari laju pembangunan Indonesia. "Karena itu, lebih terhormat sebagai bangsa, renegosiasi dilakukan dengan tidak mengurangi kepentingan-kepentingan nasional kita," katanya.


Dalam Rapat Koordinasi Blok Cepu itu, Hatta membahas kebijaksanaan mengenai tindak lanjut pengoptimalan Blok Cepu agar lebih produktif.  "Aset minyak yang akan segera dikerjakan Pertamina itu kita minta agar dipercepat produksi gasnya," ujarnya.


Insinyur Perminyakan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut menargetkan Blok Cepu pada 2014 memproduksi minyak lebih dari 120.000 barel per hari.


Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik, di tempat yang sama mengatakan bahwa pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi di sejumlah lokasi dilakukan dengan perpanjangan pipa.


"Pipanisasi itu segera dibangun di jalur Cirebon-Semarang (230 km), Semarang-Gresik (250 km), dan FSRU (Floating Storage Regasifkation Unit) di Semarang," katanya. [ms]

Dia menjelaskan, pipa yang dibangun itu memiliki diameter yang selebar 28 inchi yang tentunya lebih lebar dari sebelumnya demi proyeksi kebutuhan untuk tahun 2020.

Upaya tersebut merupakan bagian dari pipanisasi sepanjang 700 km, yang nantinya akan menghubungkan semua sumber gas dengan sejumlah titik industri penting di seluruh Jawa, demikian Jero Wacik [ms]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU