Dirut PLN:  Harga Listrik Untuk Smelter di Daerah Yang Sistemnya Lemah pasti Lebih Mahal!
Nur Pamudji
Menjamurnya industri smelter nikel ini merupakan dampak dari kebijakan pemerintah bahwa mineral tidak boleh lagi diekspor dalam bentuk mentah.PLN mendukung sepenuhnya pengembangan industri smelter baik di Jawa-Bali maupun Sulawesi - Nur Pamudji

Jakarta, Seruu.com - Keseriusan PLN untuk memasok listrik bagi perusahaan tambang yang akan membangun smelter ditandai dengan ditandatanganinya nota kesepahaman antara PLN dengan beberapa perusahaan di Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat pada Senin (6/8/2012) lalu bertempat di kantor PLN Pusat oleh Direktur Utama PT PLN (Persero), Nur Pamudji. Dalam MoU tersebut ada  empat perusahaan besar yang berinvestasi di bidang pengolahan biji nikel dan industri semen.

"Menjamurnya industri smelter nikel ini merupakan dampak dari kebijakan pemerintah bahwa mineral tidak boleh lagi diekspor dalam bentuk mentah.PLN mendukung sepenuhnya pengembangan industri smelter baik di Jawa-Bali maupun Sulawesi," ujar Nur Pamudji.

Nur Pamudji juga mengatakan saat dihubungi Seruu.com, Kamis (9/8/2012) kemarin, sudah banyak perusahaan mineral  yang ingin memasok listrik dengan mengajukan melalui KADIN  untuk meminta pasokan lisrik ke PLN, hanya wilayah Jawa saja menurut Nur yang bisa dipasok listrik untuk smelter tapi tidak menutup kemungkinan juga bagi luar Jawa yang sistem kelistrikannya sudah kuat.

"Yang sistem kelistrikanya masih kecil dan smelter akan menjadi konsumen yang dominan disitu, maka kita  PLN harus menyediakan listrik khusus untuk smelter tersebut itu akan menyebabkan biayanya akan mahal saya bisa ancer-ancer bisa sampai 12 sen lebih," jelasnya.

Wakil ketua Umum Bidang perdagangan, Distribusi dan Logistik KADIN ,  M. Natsir Mansyur mengamini bahwa komitmen PLN dan Kadin menyediakan 1500 MW listrik untuk sekitar 30 perusahaan tambang untuk membangun industri smelter sudah mulai dijalankan.

"Saat ini ada 2 daerah yang eksis Sulawesi Selatan dan Jawa Timur, ini akan jangka panjang untuk membangun sekitar 5 tahun, tapi untuk harga listrik Halmahera dibanding Sulawesi dan Jawa Timur beda gitu. Industri yang dibangun ini dengan sistem kerjasama business to business jadi nggak ada subsidi-subsidian," tutup Natsir ketika dihubungi Seruu.com, Jumat (10/8/2012) siang tadi. [Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU