Syahrir AB: Antam Harus Lawan Perusahaan Pencaplok Lahan Lewat Ranah Hukum
Foto Ilustrasi
Antam harus lawan, nggak bisa kayak gini kalau dibiarkan. Tapi ini sudah ada langkah maju C&C itu, tanpa itu dia nggak dapat ET, Ijin ekspor juga nggak kan? Ini bisa jadi dasar Antam untuk bergerak, sekarang nggak boleh segan-segan lagi - Syahrir AB

Jakarta, Seruu.com - Dalam beberapa tahun sejak berlakunya UU  Otonomi Daerah, banyak terjadi pencaplokan lahan tambang milik BUMN oleh  investor, seperti dialami oleh PT. Aneka Tambang, PT. Bukit Asam, Timah dan Pertamina. Seperti disampaikan Chandra Tirta Wijaya Anggota FPAN DPR RI yang juga anggota Komisi VI DPR RI, Kamis (9/8/12) kemarin.

Pencaplokan tersebut  mengakibatkan BUMN/Negara mengalami kerugian puluhan atau bahkan ratusan triliun rupiah dan sejumlah BUMN telah mengajukan gugatan ke pengadilan, dan bahkan umumnya telah sampai ke tingkat kasasi di MA. Namun secara umum BUMN selalu mengalami kekalahan dan kerugian negara tidak bisa dicegah.
 
"Pencaplokan terjadi akibat adanya kerjasama antara oknum-oknum pejabat di daerah dengan oknum investor yang umumnya dapat berhasil karena adanya dukungan oknum-oknum pejabat di Pusat. Pencaplokan juga kadang-kadang melibatkan oknum partai, oknum petinggi aparat keamanan atau oknum petinggi aparat pertahanan," ungkap Chandra dalam presentasinya kemarin.

Syahrir AB, Excecutive Director IMA melihat dalam hal ini Antam sebgai salah satu anggota IMA yang juga mengalami pencaplokan lahan tambang tidak boleh segan-segan membawa ini ke ranah hukum. terlebih setelah adanya Permen ESDM no 7 dan 11 tahun2012 yang mengharuskan perusahaan tambang dinyatakan C&C, posisi Antam akan semakin kuat karena perusahaan tersebut bisa dijerat hukum karena telah mengambil lahan Antam dan tidak akan dinyatakan C&C.

"Hak Antam sudah sesuai dengan luas kontrak atau kuasa pertambangan dia dan sekarang terjadi penyerobotan, seharusnya Antam tidak segan-segan membawa ini ke ranah hukum. Yang mencaplok tentu tidak akan dapat C&C yang syaratnya tidak boleh berduplikasi dengan ijin sebelumnya. Kalau dia sudah dapat C&C itu lebih memudahkan Antam kalau dia sudah ada bukti," jelas Syahrir saat dihubungi, Jumat (10/8/2012) siang tadi.

Dalam hal ini, Syahrir mengimbau agar Antam bekerjasama dengan ESDM untuk membuat perusahaan yang mencaplok tersebut agar dinyatakan tidak C&C karena mengambil wilayah lain. Terlebih dengan banyaknya kasus perusahaan-perusahaan yang tidak wajar antam bisa langsung membawa ke Komisi Judisial ataupun KPK.

"Antam harus lawan, nggak bisa kayak gini kalau dibiarkan. Tapi ini sudah ada langkah maju C&C itu, tanpa itu dia nggak dapat ET, Ijin ekspor juga nggak kan? Ini bisa jadi dasar Antam untuk bergerak, sekarang nggak boleh segan-segan lagi,"  tandasnya.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU