Tidak Tegaknya Hukum Akibatkan Negara Rugi Ratusan Triliun Dari Pencaplokan Lahan Pertambangan Milik Negara
Executive Director Indonesia Mining Association (IMA), Syahrir Abubakar (Foto: Ain/ Seruu.Com)

Jakarta, Seruu.com - Statement anggota Komisi VI DPR RI, Chandra Tirta Wijaya dari fraksi PAN Kamis (9/8/2012) kemarin bahwa banyaknya pencaplokan tambang milik negara diakibatkan pemberlakuan UU Otonomi daerah sehingga menimbulkan banyak kerugian ratusan triliun mendapat pernyataan serupa dari Eksekutif Direktur IMA, Syahrir AB.

"Negara tak hanya dirugikan ratusan triliun bahkan dari lahan yang sudah dicaplokpun negara berpotensi kehilangan penerimaan akibat penggelapan pajak", ucap Chandra.

Syahrir menilai hukum di Indonesia sudah tidak ditegakkan lagi, sehingga dengan pencaplokan perusahaan tambang milik negara kehilangan reserve nasional. Selain itu cadangan tersebut diobrak-abrik. Dicontohkannya Antam yang cadangan nasional sudah ada sekaligus rencana kerja yang mengatur penggunaan mineral secara bertahap dan tidak disikat sekaligus. Tapi bisa dipastikan dalam 3 tahun bila pencaplokan terus berjalan maka substainability perusahaan tersebut akan terancam.

"Nah itu diikuti juga apa benar uang negara itu masuk, yang kecil-kecil apa memenuhi penyelamatan lingkungan? itu kerugian-kerugian yang non materi oleh bangsa. Hukum kita harus ditegakkan, karena kerugian tidak hanya financial penerimaan negara, tapi lingkungan rusak, dan keberlanjutan SDA kita terganggu", tutur Syahrir siang tadi (10/8/2012).

Disamping itu, Syahrir juga menekankan bila mineral milik antam yang sudah dicaplok tersebut bisa diolah oleh Antam menjadi bahan baku maka industri manufacturing dalam negeri bisa hidup dan mampu meningkatkan ekonomi juga menyerap tenaga kerja.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU