Pemuda Indonesia Tolak Perpanjangan Kontrak Karya Freeport di Indonesia
Lahan pertambangan PT Freeport di Indonesia (Istimewa)
Jika masih ditangani oleh warga asing. Maka Indonesia tidak akan pernah merasakan manfaat dari pertambangan itu - Arnold U

Makassar, Seruu.com - Sejumlah pimpinan organisasi kepemudaan tingkat nasional, tokoh serta aktifis pemuda mengeluarkan pernyataan sikap terkait perpanjangan kontrak karya PT Freeport di tanah Papua. Para pemuda ini dengan tegas menolak perpanjangan kontrak karya Freeport di bumi pertiwi ini.

Deklarasi dan pernyataan sikap tersebut ditandatangani, antara lain, Choir Syarifuddin (Sekretaris Jenderal  Gerakan Pemuda Sehat), Dawax F (Ketua Umum Pemuda Muslimin Indonesia), Chairul R (Sekretaris GM Warga Jaya), A Yani Panjaitan (Ketua Umum Ikatan Sarjana Alwasliyah), Munir Jalil (Generasi Muda Kiara), Andesti (Generasi Muda Pembangunan), Jonson S (Wakil Ketua Umum Fokusmaker), Mujahidin (Ketua Umum Solidaritas Indonesia Raya), Arnold U (Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Anak Asli Papua), Syamtomagola (Ketua Front Pemuda Maluku), Zulfidar (Ketua Umum GPS Kalbar) dan Supriyanto (Ketua Umum GPS DKI).

Penandatanganan ini dilakukan usai Diskusi Diskusi bertajuk "Keterbukaan Informasi Kontrak Karya Freeport, sebagai Penyadaran dan Pemahaman Kedaulatan Indonesia" di Aston Epicentrum. Setelah itu, mereka kemudian langsung mendeklarasikan penolakan Freeport

Para pemuda menilai, Indonesia harus berdaulat dalam bidang energi, pertambangan dan sumberdaya alam untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia sesuai amanah UUD 1945. "Jika masih ditangani oleh warga asing. Maka Indonesia tidak akan pernah merasakan manfaat dari pertambangan itu," kata Arnold U, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Anak Asli Papua dalam rilisnya yang diterima Minggu (12/8/2012).

Keberadaan Freeport kata Arnold, juga sangat bertentangan dengan cita cita proklamasi, UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta tujuan negara yang harus mensejahterakan dan memandirikan Indonesia.

Dalam pernyataan sikap tersebut juga disampaikan PT Freeport harus bertanggungjawab atas segala proses peralihan dan penyerahan tambang emas di tanah Papua dengan itikad baik dan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Para pemuda tersebut juga meminta agar para pemangku kebijakan di negara ini turut membantu dan memperkuat tekad dan pernyataan sikap tersebut demi Indonesia yang mandiri, berdaulat dan bermartabat. [hsb]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU