Dirut PLN Sambut Gembira Rencana Kenaikan TDL
Nur Pamudji (Foto: Nurul Ainiyah/Seruu.com)
PLN siap kapan saja menaikkan tarif listrik jika pemerintah memerintahkan naik. Tahun depan, bulan depan bahkan hari ini, tinggal diatur di pusat seluruh Indonesia sudah menggunakan tarif listrik baru. Ini karena sistem kita seluruhnya sudah terkomputerisasi - Nur Pamudji

Jakarta, Seruu.com - Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar 4% setiap tiga bulan sekali dengan total kenaikan 15% yang diwacanakan Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral, Jero Wacik pada Jumat (17/8/2012) lalu untuk menekan subsidi energi yang akan direalisasikan dengan cara bertahap mendapat respon positif dari Direktur Utama PT. PLN (Persero), Nur Pamudji.

Pihaknya menyatakan PLN siap menaikkan TDL   kapan saja dan menunggu petunjuk dari pemerintah ESDM. Hal ini disampaikan Nur Pamudji ketika ditemui usai halal bihalal di kantor pusat PLN, Jakarta,  Senin (27/8/2012).

"PLN siap kapan saja menaikkan tarif listrik jika pemerintah memerintahkan naik. Tahun depan, bulan depan bahkan hari ini, tinggal diatur di pusat seluruh Indonesia sudah menggunakan tarif listrik baru. Ini karena sistem kita seluruhnya sudah terkomputerisasi," kata Pamudji.

Menurut Jero Wacik (17/8/201212) lalu TDL hanya naik untuk mereka yang menggunakan listrik 450 watt ke atas sementara pengguna listrik 6.600 watt ke atas akan diupayakan untuk dipangkas sama sekali subsidinya. Dan Nur Pamudji menuturkan, keputusan kenaikan ini tak hanya di tangan pemerintah tapi juga DPR.

"Dalam Nota Keuangan yang disampaikan Presiden ke DPR sudah jelas, diajukan kenaikan tarif listrik secara bertahap per triwulan, nanti DPR akan membahas di Badan Anggaran dan di Komisi VII DPR RI", ucapnya.

Kenaikan tarif dasar listrik ini bertujuan untuk mengurangi subsidi listrik dan juga untuk membiayai investasi PLN, serta menutup biaya operasional karena menurut Pamudji bila tidak naik maka subsidi listrik akan semakin membengkak.

"Intinya kenaikan tarif listrik untuk menurunkan besarnya subsidi listrik dari APBN, itu dulu tujuan utamanya. Kedua baru untuk menutup biaya operasional, karena adanya margin serta untuk investasi PLN untuk meningkat rasio elektrifikasi agar seluruh masyarakat Indonesia bisa menikmati listrik," tutupnya.[Ain]

 

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU