Atasi Maraknya Overlapping Lahan, Thamrin Sihite Janjikan Rekonsiliasi Lagi Bulan September
Dirjen Mineral dan Batu bara, Thamrin Sihite (Foto: Ain/Seruu.Com)

Jakarta, Seruu.com - Overlapping atau tumpang tindih IUP yang banyak terjadi akhir-akhir ini dan juga menimpa perusahaan tambang milik negara seperti Antam menurut dirjen Mineral dan Batubara Thamrin Sihite bisa saja masuk ke ranah hukum bila IUP di 1 kabupaten memberikan  2 IUP bagi perusahaan pertambangan.

Untuk mengatasi permasalahan tumpang tindih lahan pertambangan in pihaknya mengaku pada September nanti akan mencoba melakukan rekonsiliasi tahap ke dua, pihaknya mengaku telah  menginventarisir apa penyebab tumpang tindih tersebut, karena ketidakjelasan batas wilayah atau karena faktor lain. Hal ini diungkapkannya kepada wartawan seusai halal bihalal tadi siang di KESDM, Selasa (28/8/2012).

"Gubernur akan diberikan kewenangan untuk selesaikan permasalahan overlap ini, dan kami akan undang seluruh Buapati dan Gubernur, lalu kita akan presentasikan IUP yang tumpang tindih, mungkin kesalahan administrasi atau karena batas wilayah", jelas Thamrin kepada wartawan siang tadi.

Hingga saat ini menurut Thamrin sudah 4 ribu IUP yang sudah lolos secara administratif tapi belum mendapatkan sertifikat. Untuk mendapatkan sertifikat itu sendiri IUP harus didaftarkan lebih dahulu dan ditinjau secara administratifnya, tidak tumpang tindihkah IUP tersebut, penyertaan laporan eksplorasi, juga studi kelayakan secara keuangan (royalti dan pajak). [aini]

KOMENTAR SERUU