Jero Wacik: Penghematan BBM Butuh Pemimpin Yang Tegas!
Jero Wacik (Istimewa)
Indonesia ini negara sedang, nggak miskin dan nggak kaya. Maka harus lakukan efisiensi dalam hidup, jangan terus-terusan keluarkan uang. Dengan APBN 2012 1400 triliun hampir 1600 triliun menjelang tahun 2013, maka kita harus berhitung cermat tentang APBN - Jero Wacik

Jakarta, Seruu.com - Setelah 1 Agustus 2012 kemarin mensosialisasikan pengendalian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di Jabodetabek dengan menggunakan stiker, 1 September besok lusa Kementrian Energi Sumber Daya dan Mineral (KESDM)  kembali mensosialisasikan  pengendalian BBM subsidi dalam kegiatan perkebunan dan pertambangan. Upaya ini dilakukan pemerintah untuk menghemat kuota BBM subsidi yang diperkirakan akan mencapai 46 juta KL pada tahun 2012 ini.
 

Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral Jero Wacik meminta kepada seluruh lapisan masyarakat agar mengerti mengapa penghematan ini harus dilakukan, karena menurutnya jika akarnya tidak dimengerti dengan baik maka ujungnya masyarakat enggan melakukan penghematan tersebut.

"Indonesia ini negara sedang, nggak miskin dan nggak kaya. Maka harus lakukan efisiensi dalam hidup, jangan terus-terusan keluarkan uang. Dengan APBN 2012 1400 triliun hampir 1600 triliun menjelang tahun 2013, maka kita harus berhitung cermat tentang APBN," ungkap Jero di KESDM, Jakarta, Kamis (30/8/2012).

Dengan subsidi BBM dan listrik mencapai skitar Rp 300 triliun, Wacik menyayangkan bahwa dana APBN sebesar ini digunakan untuk subsidi bahkan dikhawatirkan membengkak menjadi Rp 400 triliun.

Tak hanya itu, bila APBN hanya dihamburkan untuk subsidi dipastikan negara tidak bisa membangun infrastruktur di daerah-daerah seperti pembangunan jalan, pengadaan  listrik, pembangunan sekolah dan lainnya.

"Disana letaknya mengapa subsidi harus dikurangi. Kita sudah lakukan 3 fase, Jabodetabek kemarin dengan stiker, pasti nanti keberatan dan memilih semaunya, kalau sadar uang habis untuk subsidi harus dihemat, ini diperlukan kesadaran dari pemimpin semua level, harus cerdas pemimpinnya karena kita bukan negara kaya," cetusnya.

Dengan 56% penduduk Indonesia menjadi kelas menengah Jero Wacik menilai penghematan adalah salah satu way out agar subsidi turun. Tak hanya KESDM, rangkaian sosialisasi ini juga dilakukan oleh BPH Migas, Pemda, Pertamina, juga penegak hukum.

"Perkiraan habis 46 juta KL untuk tahun ini, tapi kalau bisa hemat 3 juta KL dengan pengendalian ini masih lewatlah. Yang pasti energi baru dan tebarukan harus segera jalan untuk dkung penghematan ini," tandasnya. [Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU