Thamrin Sihite, Batubara Harus Diutamakan Untuk Dalam Negeri, DMO Tidak Bisa Ditawar-tawar Lagi!
Thamrin Sihite (Foto: Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Pemerintah ESDM menyadari kesemrawutan akibat otonomi daerah untuk IUP. Hal ini bisa dilihat berdasarkan rekonsiliasi pertambangan karena banyak hal yang tidak sesuai dengan prosedur, sehingga menyebabkan tumpang tindih, diakui Dirjen Minerba Thamrin Sihite penyebabnya karena SDM yang kurang mengerti Minerba.

"Minerba saya akui amburadul, mungkin mereka juga tidak mengerti titik koordinat, maka dari itu kita bentuk rekonsiliasi namun  tidak ada niatan untuk mengambil alih dari daerah. Karena memang perlu pembenahan, dan sesuai aturan kita harus membina dan mengawasi", ucap Thamrin seusai halal bihalal kemarin di kantor Ditjen Minerba, Jakarta, Kamis (29/8/2012).

Terkait cadangan batubara nasional,  pemerintah sudah memiliki beberapa kebijakan, seperti penerapan kewajiban perusahaan tambang batubara untuk mengutamakan kebutuhan dalam negeri (domestic market obligation/DMO) dan larangan ekspor batubara untuk kualitas tertentu.

"Kita pastikan kebutuhan dalam negeri jadi prioritas tidak ada negosiasi apapun kalau untuk mineral dan batubara itu dibutuhkan, katakanlah batubara untuk PLTU itu tidak boleh diekspor harus kebutuhan dalam negeri. Batubara tidak bisa begitu diserap di dalam negeri jadi bagaimana batubara bisa diserap dengan kebijakan pembangunan PLTU. DMO tidak bisa ditawar-tawar!" tegasnya.

Dikutip dari ESDM.go.id, jumlah cadangan batubara siap tambang yang ada di Indonesia hingga tahun 2008 tercatat sebanyak 7,12 miliar ton. Produksi batubara Indonesia tahun 2008 mencapai 231,18 juta ton, penjualan batubara dalam negeri 69,44 juta ton dan ekspor sebesar 160,08 juta ton.

Pada tahun 2025 nanti, kebutuhan batubara dalam negeri diperkirakan akan mencapai angka 192,33 juta ton, masing-masing digunakan oleh PLTU sebesar 99,86 juta ton, industri semen 30,58 juta ton, industri tekstil 17,59 juta ton, industri kertas 2,92 juta ton dan industri lainnya sebanyak 41,39 juta ton. [Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU