PTTEP Australasia Mengakui Bersalah Atas Petaka  Laut Timor
Pencemaran minyak di Laut Timor (Istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Dalam sebuah sidang di Pengadilan Magistrat di Darwin Australia Utara pada hari Kamis 30 Agustus 2012 , PTTEP Australasia mengakui bersalah atas Petaka Tumpahan Minyak Montara di Laut Timor.
 

Pernyataan ini disampaikan Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB), Ferdi Tanoni kepada wartawan Kamis (30/8/2012) malam , mengutip jaringan nya dari Darwin Australia.

PTT Exploration dan Production (PTTEP) Milik Pemerintah Thailand itu mengaku bersalah atas empat tuduhan sekaligus  yang berhubungan dengan petaka tumpahan minyak di Laut Timor tiga tahun lalu,tambah mantan agen imigrasi Keduataan Besar Australia  ini.

Pengakuan bersalah atas tuduhan yang berkaitan dengan petaka tumpahan minyak Montara di lepas pantai barat laut Australia pada 2009 lalu itu, PTTEP  menghadapi  denda yang mencapai 1,7 juta dolar Australia atau sebesar Rp.16.830.000,- (enam belas milyard delapan ratus tiga puluh juta rupiah), sambung nya.

Kepada wartawan Tanoni mengatakan bahwa Kepala Eksekutif PTTEP Australasia Ken Fitzpatrick berkata, "Dari awal mereka telah menyatakan menerima hasil apapun juga yang dilaporkan oleh Komisi Penyelidik Montara kepada Pemerintah Australia dan mengaku bertanggung jawab atas insiden itu dan sangat menyesal  hal itu terjadi."

“Diakui pula sebagian minyak dari tumpahan Montara mencapai perairan Indonesia”.

Namun, Fitzpatrick tidak bersedia menjawab pertanyaan wartawan soal tuduhan YPTB bahwa 95 % tumpahan minyak Montara itu telah mencemari  perairan Indonesia dan membunuh puluhan ribu mata pencaharian masyarakat pesisir umumnya para nelayan dan petani rumput laut di Timor Barat.

Dalam upaya untuk menyumbat sumur yang bocor, terjadi ledakan yang menyebabkan api yang menghanguskan rig yang ada,kejadiannya sama persis dengan yang terjadi di Teluk Meksiko,ungkap penulis buku Skandal Laut Timor Sebuah Barter Politik Ekonomi Canberra Jakarta ini.

PTTEP Australasia mengaku bersalah atas tiga tuduhan berkaitan dengan Minyak Lepas Pantai dan UU Rumah Kaca  dan UU Penyimpanan Gas. Sidang akan dilanjutkan lagi pada hari Jumat 31 Agustus.

Sehubungan dengan fakta dalam persidangan di Pengadilan Darwin ini,yang menggunakan Hasil Laporan Komisi Penyelidik Montara dalam membuat tuduhan terhadap PTTEP Australasia,Ferdi Tanoni mendesak Menteri Perhubungan Ernest Mangindaan selaku Ketua Tim Nasional Penanggulangan Keadaan Darurat Tumpahan Minyak di Laut untuk  segera mengambil langkah berikut ;

1. Membekukan Tim Advokasi Pencemaran Laut Timor yang dibentuk mantan Menteri Perhubungan Freddy Numberi.

2. Menyempurnakan susunan pengurus Tim Advokasi Pemerintah tersebut dengan Tim Advokasi yang dibentuk YPTB.

3. Dalam sususan kepengurusan  Tim Advokasi yang baru  diberikan kesempatan kepada YPTB untuk memimpinnya dengan cukup banyak alasan kuat diantaranya adalah YPTB merupakan satu-satunya lembaga resmi dari Indonesia yang pernah mengajukan pengaduan secara resmi kepada Komisi Penyelidik Montara dan dinyatakan sah. [Ir]




 

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU