Hikmahanto Juwana : Pembicaraan SBY-Clinton Tidak Jauh Dari Freeport
Hikmahanto Juhana (kiri)
Nanti ketika bertemu presiden akan berbicara sifatnya bilateral seperti renegosiasi kontrak Freeport. Saya yakin apa yang dibicarakan nanti tidak jauh dari Freeport karena ini kepentingan Amerika di Indonesia,

Jakarta, Seruu.com - Pengamat hubungan internasional dari Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana menilai kedatangan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary  Rodham Clinton, memiliki agenda terselebung yaitu negosiasi ulang atau renegosiasi kontrak karya PT Freeport.


“Nanti ketika bertemu presiden akan berbicara sifatnya bilateral seperti renegosiasi  kontrak Freeport.  Saya yakin apa yang dibicarakan nanti tidak jauh dari Freeport karena ini kepentingan Amerika di Indonesia,” kata Hikmahanto Juwana, dalam dialog bersama di radio nasional, Selasa (4/9/2012).


Dia mengambil contoh beberapa pejabat negara besar yang berkunjung ke Indonesia dengan agenda terselebung. Seperti Perdana Menteri Kanada Stephen Harper terkait dengan dipailitnya PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (AJMI) atau Perdana Menteri Inggris David Cameron yang juga memiliki agenda terselebung.


Dijelaskan, PT Freeport ingin memperpanjang kontrak hingga 2041, sehingga tidak heran Amerika Serikat yang memiliki kepentingan harus turun gunung untuk menyelesaikan renegosiasi PT Freeport.


Amerika, Hikmahanto menambahkan akan menegoisasi Indonesia dengan iming-iming hibah pesawat, beasiswa bagi mahasiswa Indonesia dan dukungan Amerika terhadap Papua menjadi bagian NKRI.“Saya khawatir ini dijadikan bargaining”.


Menteri Luar Negeri Hillary  Rodham Clinton, pagi ini di jadwalkan akan melakukan kunjungan kehormatan (courtesy call) dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka Jakarta. Kedua pejabat negara itu akan membahas sejumlah isu krusial seperti keamanan Papua dan penyerangan kelompok Syiah di  Dusun Nangkernang, Desa Karanggayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, pada Minggu (27/8) lalu.


Sebelumnya mantan lady first Amerika itu bertemu dengan Menlu RI Marty Natalegawa. Kepada wartawan Marty membantah membahas tentang PT Freeport.


“Wajar Marty berbicara seperti itu karena tidak menangani masalah ekonomi. Nanti lihat kalau presiden didampingi Menteri ESDM atau Menko Perekonomian maka itu membahas PT Freeport,” ujarnya. [mus]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU