Merasa Tak Terlalu Rugi, Pemerintah Enggan Fight Kasus Pencaplokan Lahan Tambang Antam

Jakarta, Seruu.com - Pencaplokan  pertambangan milik PT Aneka tambang (Antam) yang berpotensi merugikan negara sebesar Rp 42 triliun menurut  Director of Mineral and Coal Enterprises Dept. of Energy & Mineral Resources M.S Marpaung akan membawa dampak terhadap legalitas   PT Duta Inti Perkasa Mineral (DIMP) yang diketahui bagian dari perusahaan Harita Group yang pada saat memperoleh ijin KP Eksplorasi dari Bupati Konut sesuai SK No.267/2007, masih belum berbadan hukum dan wilayah yang diberikan adalah milik Antam .

"Legalitasnya jadi asli tapi palsu dan palsu tapi asli hingga sulit membawanya ke pengadilan dan bisa saja ini belum masuk di skala prioritas pemerintah", singkatnya kepada Seruu.com, Rabu (5/9/2012).

Jika institusi yang dirugikan dalam kasus ini maka menurutnya BUMN yang harus bisa menghajar langsung korporasi, dan pemerintah juga wajib melawan bupati pemberi ijin bila memang jelas terlibat. Kasus pencaplokan ini dinilainya memiliki kesulitan teknis, meskipun mereka tetap melawan DIMP untuk menuntut hak mereka bisa dipastikan euforia kemarin membuat Antam tidak bisa melakukan tindakan karena bisa jadi DIMP menggunakan masyarakat sehingga mereka menjadi tidak enak saat harus bersinggungan langsung dengan masyarakat karena dipolitisir oleh bupati Konut.

"Pemerintah pusat kan dipresentasi oleh pejabat, kalau pejabatnya tidak merasa kerugian itu dia nggak mau fight dan bantu, yang merasa kerugian adalah pejabat-pejabat di Antam karena mereka perusahaan. Antam yang menambang, sedangkan pemasukan untuk pemda dan pemerintah secara langsung itu kan hanya pajak dan royalti saja kan, tapi seumpama ini dcaplok oleh perusahaan lain pemerintah tetap dapat pajak dan royalti", jelas Marpaung.

Marpaung menambahkan bila dilihat dari sisi penerintah sebagai pemilik cadangan, sebenarnya pencaplokan lahan Antam ini dianggap tidak terlalu merugikan negara karena yang paling dirugikan disini adalah Antam sebagai badan usah yang kebetulan BUMN sementara Harita Group adalah BUMS.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU