Ketua IHCS:  Lambatnya Renegosiasi Adalah Melawan Hukum-Masyarakat Indonesia Harus Gugat
Gunawan, Ketua Eksekutif Indonesian Human Rights Committee for Social Justice (IHCS) (Foto: Nurul Ainiyah/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com -  Keputusan Presiden No 3 Tahun 2012 tentang Tim Evaluasi untuk Penyesuaian Kontrak Karya dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara diterbitkan pada 10 Januari 2012. Tim ini diketuai Menko Perekonomian Hatta Radjasa dan Menteri ESDM, Jero Wacik selaku ketua harian.
 

Seperti ditegaskan dalam pasal 169 c renegosiasi seharusnya dilaksanakan 1 tahun setelah UU Minerba, tepatnya tahun 2010. Namun nyatanya selain Kepres yang baru terbit tahun  2012, renegosiasi kontrak karya hingga kini belum juga mendapatkan hasil yang signifikan.

Keterlambatan renegosiasi ini yang dinilai oleh Indonesian Human Rights Committee for Social Justice (IHCS) faktor pendorong utama dilakukannya nasionalisasi Freeport yang juga merupakan perusahaan kontrak karya terbesar, Gunawan,  Ketua Eksekutif IHCS berpendapat jika memang sudah jelas mengalami keterlambatan seharusnya renegosiasi tidak berjalan alot.

"Naionalisasi ini harus sudah dipaksakan, ini adalah hak kami dan kita harus mewujudkan itu, kalau renegosiasi alot itu mencerminkan perbuatan melawan hukum," tegas  Gunawan kepada Seruu.com, Jumat (8/9/2012) kemarin.

Ia menilai dominasi dan hegemoni Amerika-lah yang membuat lambat renegosiasi, bahkan kondisi ini diperparah dengan persoalan mental pemimpin bangsa yang tidak mau menegakkan kedaulatan negara dan kedaulatan rakyat. Keterbukaan renegosiasi KK tidak terjadi sehingga apa saja materi yang harus dibahas tidak cukup menjadi ruang publik.

"Harusnya kan publik diberi ruang untuk membicarakan isu-isu yang ada dalam konteks renegosi, kalau tidak diawasi renegosiasi. Masyarakat sudah saatnya melakukan gugatan dan aksi hukum, dibantu media menulis soal Freeport sehingga akan menjadi wacana publik," tutupnya. [AIN]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU