Fraksi PDIP Getol Tolak Usulan Kenaikan TTL Dari ESDM
Dewi Aryani (Foto: Nurul Ainiyah/Seruu.com)
Sekarang terlihat tidak realistis karena efisiensi dan penghematan yang harusnya dilakukan tidak dilakukan. Akhirnya banyak kalangan yang menyebut subsdinya tinggi, tidak efektif, tidak balance antara pengelolaan yang baik dan permintaan subsidi - Dewi Aryani

Jakarta, Seruu.com -  Usulan pemerintah  meminta persetujuan DPR tadi malam untuk bisa menaikkan tarif tenaga listrik (TTL) tahun depan sekitar 15% ternyata mendapat penolakan dari Fraksi PDI Perjuangan di DPR.

Bambang Wuryanto, Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PDIP menganggap alasan pemerintah menaikan tarif listrik tahun depan sebesar 15% tak beralasan. Melihat kinerja PLN yang buruk dan negara dirugikan Rp36 triliun dalam dua tahun.

Dewi Aryani, politisi cantik PDIP juga berfikiran sama. Kenaikan TTL yang diharapkan mampu menekan angka subsidi untuk PLN tahun depan yang dianggarkan dalam RAPBN 2013 dari Rp90 triliun menjadi Rp80 triliun menurut Dewi sangat realistis asalkan pemerintah mengelola itu dengan baik.

"Sekarang terlihat tidak realistis karena efisiensi dan penghematan yang harusnya dilakukan tidak dilakukan. Akhirnya banyak kalangan yang menyebut subsdinya tinggi, tidak efektif, tidak balance antara pengelolaan yang baik dan permintaan subsidi," tegas Dewi semalam ketika ditemui Seruu.com di ruang rapat Komisi VII DPR RI, Senin (10/9/12).

Dewi menyebutkan subsidi tidak boleh ditarik, dibatasi, karena merupakan hak rakyat yang dilindungi dalam UUD 45.

"Konstitusi saja mengatakan subsidi adalah hak rakyat, kewajiban pemerintah untuk memenuhi kebutuhan rakyat mengenai subsidi," tambahnya.

Ia berpendapat saat ini PLN harus memikirkan di sisi hulu, dan segera melakukan koreksi terhadap proyek 10.000 MW tahap pertama dan kedua karena 2 proyek ytang menghabiskan dana triliunan ini efeksnya akan lebih besar sehingga pemerintah diminta jangan parsial pada sisi hilirnya saja.

"Tadi Jero Wacik (Menteri ESDM) sempat ngomong investasinya mahal, yah memang mahal tapi itu jangka panjang kalau dibandingkan dengan potensi yang ratusan tahun, itu tidak ada ada apa-apanya. Tapi kalau investasi infrastruktur tidak dijalankan hitungannya pasti akan lebih besar," tutupnya.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU