Fraksi Golkar: Banyak Hal Yang Membuat Jebol Kuota BBM Subsidi Yang Tidak Diperhatikan Pemerintah!
Anggota Faksi Golkar Satya W Yudha (Foto: Nurul Ainiyah/Seruu.com)
Seberapa besar yang diselundupkan itu perlu dihitung, contohnya di Kalimantan jelas pertumbuhannya sedikit tapi kuotanya jebol mungkin ada yang lari kuotanya kepada industri - Satya W Yudha

Jakarta, Seruu.com - Kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) tahun ini  yang dijatah dalam APBNP 2012 saat ini diprediksi hanya tersisa 10 juta KL, maka dari itu pemerintah kemarin mengajukan kuota tambahan 4 juta KL agar kebutuhan terpenuhi hingga akhir tahun ini.

Meskipun palu sudah diketok dan tambahan kuota sudah disepakati oleh Komisi VII DPR RI namun kritik akan kinerja pemerintah ESDM yang dinilai kurang memperhitungkan banyak hal dalam regulasi BBM subsidi.

Jebolnya kuota BBM subsidi ini dinilai anggota Faksi Golkar Satya W Yudha karena pemerintah tidak memasukkan faktor penyelundupan akan BBM subsidi. Yang dimaksud penyelundupan tersebut adalah penggunaan BBM subsidi yang tidak pada target masyarakat yang dikehendaki.

"Seberapa besar yang diselundupkan itu perlu dihitung, contohnya di Kalimantan jelas pertumbuhannya sedikit tapi kuotanya jebol mungkin ada yang lari kuotanya kepada industri," ucapnya kepada Seruu.com  ketika ditemui usai rapat kerja di Komisi VII DPR RI, Senin (10/9/2012) malam.

Yang kedua menurutnya tidak ada  manajemen volume yang menggunakan IT, juga belum berhasilnya konversi  BBM ke BBG.

"Kalau 3 hal ini dipenuhi kita bisa kontrol penyelundupan semaksimal mungkin pasti volume akan tertekan," tambahnya.

Sementara untuk rencana kenaikan BBM tahun depan Satya mengusulkan kenaikan Rp6.000 seperti beberapa tahun lalu, namun tetap membutuhkan perhitungan secara cermat. Bila berpedoman pada harga minyak dunia yang cukup besar, sesuai dengan  APBNP 2012 begitu rata-rata minyak ke belakang 120 dolar per barel maka  pemerintah punya hak untuk menaikkan.

"Yang pernah dirasakan masyarakat Indonesia kan Rp6.000, atau ada kenaikan Rp1.500 tapi kita harus hitung. Perhitungan yang memungkinkan dari saya psikologis yang pernah masyarakat ya segitu," tutup Satya.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU