Dewi Aryani: Ada Agenda Politik Besar di Balik Renegosiasi Freeport dan Kedaulatan Negara Sudah Hilang
Dewi Aryani (Foto: Nurul Ainiyah/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Renegosiasi kontrak karya dengan Freeport yang dipastikan akan berjalan lama bahkan diperkirakan hingga 2013 oleh Kementrian Energi Sumber Daya dan Mineral. Situasi ini dinilai mandegnya rebegosiasi oleh sejumlah kalangan, salah satunya politisi cantik PDIP Dewi Aryani.

Ketika ditemui 2 hari lalu di DPR, Dewi menyebut renegosiasi ini stuck dan belum ada penjelasan dari pemerintah secara menyeluruh tentang detail berjalannya renegosiasi ini.

"Tunggu saja apa hasilnya, harusnya saat Hillary Clinton ke Jakarta itu momen yang tepat untuk membahas dan presiden bisa sampaikan secara terbuka hasilnya kepada rakyat. Freeport sudah menjadi pembicaraan publik, publik resah!" ucap Dewi kepada Seruu.com, Senin (10/9/12) lalu.

Menurutnya banyak sekali yang harus dikonfirmasi dari pemerintah seputar renegosiasi terhadap kontrak karya, demikian pula dengan wacana nasionalisasi yang sering dilontarkan akhir-akhir ini bila memang renegosiasi tidak bisa dilakukan dengan maksimal, namun tentunya butuh kajian mendalam untuk menentukan yang terbaik bagi kepentingan nasional.

"Bisa saja ada agenda politik besar dibalik renegosiasi yang berjalan lamban ini yang jelas mengabaikan kepentingan nasional," tuturnya.

Pengamat pertambangan Kurtubi, renegosiasi ini karena adanya fakta bahwa selama ini pihak Indonesia selama ini memperoleh bagian atau pendapatan dari tambang yang dikelola asing terlalu kecil.  Karena memang dalam KK tiap perubahan dalam isi kontrak harus mendapatkan persetujuan dua belah pihak dan tidak bisa memaksakan. Sehingga dengan Freeport tampak cara bernegosiasi yang kurang efisien dan akhirnya belarut-larut.

"Dalam KK antara pemerintah dan Freeport harus dilakukan dengan persetujuan kedua belah pihak. Kan sudah dikontrak nggak bisa berubah, ini sistem dari KK yang menghilangkan kedaulatan negara dimana pemerintah diperlakukan sejajar dengan perusahaan," ujar Kurtubi kepada Seruu.com , Rabu (12/9/2012) siang tadi.[Ain]
 

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU