Fraksi Golkar: Kami Bisa Saja Sepakat Dengan Tambahan Kuota BBM Subsidi Tapi Tidak Gampang Kabulkan Tambahan Kuota!
Anggota Faksi Golkar sekaligus anggota Komisi VII DPR RI Satya W Yudha (Foto: Nurul Ainiyah/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Bertambahnya 1 juta unit mobil, dan 7 juta unit motor selama tahun 2012 ini disebut Wamen ESDM Rudi Rubiandini sebagai salah satu indikator over kuota BBM subsidi. Bahkan ia memperkirakan tahun ini kuota BBM subsidi akan mencapai 47 KL namun dengan adanya berbagai program penghematan yang direalisasikan pemerintah sejak bulan lalu mampu menekan menjadi  44,7 juta KL.

"44 juta KL jelas tidak cukup karena di APBN hanya tertulis 40 juta KL, maka kita minta 4 juta KL untuk penambahan kuota," ucap Rudi Rubiandini ketika diwawancarai di Gedung DPR RI, Senin (17/9/12).

Satya W Yudha, politisi fraksi Golkar sekaligus anggota Komisi VII DPR RI menegaskan fraksinya bisa saja memberi kesepakatan tapi tidak begitu gampang dengan mengabulkan tambahan kuota sebesar 4 juta KL. Ia menilai selama ini pemerintah lalai dalam mencegah penimbunan yang marak terjadi, padahal pemerintah punya Tim Pengendalian Pendistribusian BBM Subsidi yang masih belum efektif padahal menyangkut keterlibatan aparat daerah.

"Pemerintah juga harus secepatnya membangun infrastruktur untuk konversi BBM-BBG sehingga konversi bisa dilakukan dengan baik, juga mengendalikan volume dengan basis IT," tegas Satya ketika ditemui Seruu.com, Senin (17/9/12).

Rudi Rubiandini menambahkan bila dibandingkan dengan tahun lalu diperkirakan ICP tahun depan akan lebih besar tahun lalu yang kisaran ICP 105 dolar/barel dengan konversi dolar ke rupiah 9000. Maka menurutnya harus ada penyesuaian tidak bisa maka bila tidak dilakukan konversi  negara harus siapkan subsidi sangat besar. [Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU