PDIP dan PKS Setujui Kenaikian TDL 15 Persen Dengan Catatan
Effendi Simbolon

Jakarta, Seruu.com - Fraksi PDI Perjuangan DPR menyatakan belum bisa menerima usulan dari pemerintah yang akan menaikkan tarif tenaga listrik (TTL) meskipun Komisi VII sudah menyetujui usulan tersebut.

Demikian ditegaskan Wakil Ketua Komisi VII dari Fraksi PDI Perjuangan Effendi MS Simbolon saat pembacaan kesimpulan Rapat Kerja Komisi VII bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di Jakarta, Senin (17/9/2012).

Fraksi PDI Perjuangan pun memberikan catatan terhadap kesimpulan Komisi VII, yaitu mengusulkan untuk menunda kenaikan TTL dan agar dalam kesimpulan itu menggunakan kata "kenaikan" bukan penyesuaian.

"Kata penyesuaian tidak akan berarti. Karena itu kami mengusulkan agar diganti dengan kenaikan yang lebih tepat," kata Effendi Simbolon.

Fraksi PDI Perjuangan juga meminta agar catatan itu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kesimpulan Komisi VII dan akan diikutsertakan dalam pembahasan Rancangan Undang-undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) 2013.

Selain Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi PKS juga memberikan catatan agar pemerintah juga memperhatikan pelanggan PLN golongan 1.300 VA sebagai kelompok yang tidak dikenakan kenaikan TTL. Alasannya, golongan tersebut memiliki karakteristik yang tidak jauh berbeda dengan golongan 450 VA dan 900 VA.

Dalam rapat kerja itu, Komisi VII DPR menyetujui usulan pemerintah mengenai subsidi sektor kelistrikan sebesar Rp78,63 triliun dengan kenaikan tarif tenaga listrik (TTL).

"Kenaikan TTL untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan rasio elektrifikasi serta tidak membebani rakyat kecil yaitu para pelanggan listrik 450 VA dan 900 VA," kata Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana saat membacakan kesimpulan rapat kerja. [ms]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU