Kementrian Lingkungan Hidup Harapkan Proper Mampu Tingkatkan Kesadaran Lingkungan Industri
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran. Pertambangan Energi dan Migas Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Djurit Teguh Prakoso (Kanan) (Foto: Nurul Ainiyah/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com -  Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) merupakan salah satu upaya Kementerian Negara Lingkungan Hidup untuk mendorong penaatan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui instrumen informasi Proper  salah satu instrumen terhadap pengawasan energi strategis, agroindustri, pertambangan, pembangkit. Industri yang memiliki limbah yang signifikan.

Proper yang baru muncul tahun 1995 ini dengan perkembangan dan makin banyaknya masalah di lapangan  mempunyai beberapa instrumen media utama yaitu, air, udara dan pengolaan limbah B3 masih. Dan pada tahun  2010 dan 2011 ada satu aspek tambahan untuk pertambangan yaitu kerusakan lahan. Seperti disampaikan Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran. Pertambangan Energi dan Migas Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Djurit Teguh Prakoso kepada Seruu.com,  kemarin, Selasa (18/9/2012).

"Esensinya dari  Proper  ini hasilnya warna, kalau nggak hitam, biru, merah, hijau, dan emas yang masing-masih punya arti sendiri. Contoh hitam, berarti perusahaan itu banyak lakukan pelanggaran aturan, dia tidak melakukan upaya sama sekali, umpamanya pembangkit yang tidak memiliki sertifikat amdal," kata Djurit.

Djurit menambahkan  Proper  juga merupakan inovatif konsumen bagaimana perusahaan dilihat dari citranya. Saat masyarakat yang menilai perusahaan tersebut maka berpengaruh terhadap citranya. Meskipun tidak ada masalah lingkungan yang masuk pengadilan, namun dengan instrumen ini diharapkan ada perhatian untuk lingkungan.

"Saat ini tahapnya masih dipanggil dan diberi arahan namun akan ada sanksi administratif, pasti mereka akan concern karena dilihat dari citranya karena ini perusahaan besar," ujarnya.

Ada 3 aspek utama yang dinilai dengan skor dalam  Proper  ini menurutnya dan tentunya setisp perusahaan mempunyai kesempatan yang sama untuk mendapatkan  Proper  hijau, namun bila tidak ada passing gradenya perusahaan tersebut bisa saja kembali ke Proper biru.

"Tergantung bagaimana perusahaan tersebut memenuhi beberapa kriteria, dan kalau sampai  PROPER  emas harus excellent-lah. Ke lingkungan pasti bagus, ke masyarakatnya bagus, dan CSR nya juga bagus," terangnya.

Sampai tahun 2012 ini telah 22 propinsi yang mengikuti PROPER dengan mekanisme dan penilaian yang sama. Berdasarkan Penanganan Pengaduan per-Regional selama Agustus 2012 ini yang diterima KLH terdapat 48 perusahaan dan 5  PROPER  untuk wilayah Sumatera, untuk pulau Jawa terhitung 59 pengaduan dan 37  Proper , 1 pengaduan dan 1  Proper  untuk pulau Jawa dan NTB, lalu pulau Kalimantan 15 pengaduan dengan 4  PROPER  serta Sulawesi, Maluku dan Papua terdapat 5 pengaduan dan 2 Proper.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU