Mantan Sekjen ESDM Sebut Renegosiasi Freeport Banyak Kepentingan Instansi
Soelarno Witoro (Foto: Ain/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Renegosiasi Kontrak Karya (KK) terhadap 3 perusahaan tambang besar yaitu Freeport, Newmont dan Inco yang tidak bisa dipastikan kapan selesainya bahkan bisa diperkirakan hingga tahun 2013 oleh Menteri ESDM Jero Wacik dan Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini menurut Mantan Sekjen KESDM yang juga pengamat pertambangan Soelarno Witoro terlalu kompleks permasalahannya, bahkan ia menilai ada berbagai instansi yang berkepentingan di dalamnya.

"Kalau saya lihat katakanlah masalah perpajakan, itu kan bukan domainnya pertambangan, pendapatan negara juga bukan di pertambangan semua punya kepentingan. Pemerintah ingin mendapat sebesar-besarnya pendapatan tapi kurang mempertimbangkan untuk jangka panjang," kata Soelarno kepada Seruu.com  Kamis (20/9/2012) malam.

Menyikapi perpanjangan kontrak yang diminta Freeport hingga 2041 dan royalti untuk emas sebesar 3,75% sesuai dengan PP nomor 45 tahun 2003, Soelarno bependapat harus ada payung hukum kuat agar pemerintah tidak terlalu memanjakan Freeport sedangkan yang lain tidak.

"Kalau Amerika intervensi itu wajar, tapi seharusnya kita berbuat seperti itu juga, kalau kita bicara tentang investasi mereka yang terganggu seharusnya kita bicara tentang minimnya royalti dari mereka. Freeport harus duduk bersama, tidak boleh menang sendiri dia harus paham dan tahu kalau banyak perubahan aturan di negeri ini," ucapnya.

Untuk itu Soelarno meminta royalti yang dinegosiasikan harus makin tinggi, jika Freeport mendapatkan keuntungan besar maka sudah sewajarnya negara juga untung.

"Yang penting Freeport harus memiliki rasa bahwa ia dimiliki juga oleh bangsa Ini," tegasnya.

Royalti pertambangan sendiri telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 45 tahun 2003, tentang Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang Berlaku pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Dalam PP itu, royalti emas ditetapkan sebesar 3,75% dari harga jual kali tonnase. Namun untuk Freeport, hanya dikenakan sebesar 1% dari harga jual kali tonnase. [Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU